Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,442 SGD-9,503 JPY-11,708 GBP-16,345 EUR-14,268 AUD-10,175 SAR-3,585 [15-03-2017] Detail . . .




Aset Perbankan Papua Capai Rp. 43. 5 Triliun
Selasa, 23 April 2013
Sumber : Cenderawasih Pos

Untitled Document

JAYAPURA. Sampai Triwulan I – Tahun 2013, kinerja Perbankan yang ada di Papua dan Papua Barat, secara umum menunjukan perkembangan yang cukup menggembirakan.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua dan Papua Barat, Aslan Lubis mengungkapkan bahwa total aset atau aktiva perbankan Papua dan Papua Barat mencapai Rp. 43.5 Triliun, meningkat sebesar 6.34% dibandingkan posisi yang sama tahun lalu.

“untuk dana pihak ketiga (DPK) perbankan Papua tercatat sebesar Rp. 35.67 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 13.03% jika dibandingkan tahun lalu dan kredit yang disalurkan tercatat sebesar Rp. 19.87 triliun atau meningkat 27.41%, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ungkap Aslan Lubis disela-sela peresmian KCP Tanah Hitam, Jumat (12/4).

Aslan juga mengungkapkan bahwa dalam pengembangan masyarakat khususnya UMKM, komitment perbankan juga terlihat semakin meningkat, meskipun proporsi kredit UMKM terhadap total kredit masih relatif kecil yakni kuran dari 30 persen.

Meski demikian, Aslan mengakui bahwa kredit kepada UMKM ini mengalami pertumbuhan sebesar Rp. 5.48 persen jika dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya atau relatif kecil  dibandingkan pertumbuhan kredit secara total sebesar 27.41 persen.

Sementara itu, soal LDR perbankan Papua, lanjut Aslan, dinilai masih belum optimal dan tercatat hanya sebesar 55.71 persen. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun kaku yang tercatat hanya sebesar 49.43 persen.

“untuk kualitas kredit di Tanah Papua tergolong cukup baik, karena dilihat dari tingkat NPL tercatat hanya 1.60% atau jauh dibawah level aturan BI sebesar 5%,” jelasnya.

Aslan mengatakan bahwa sampai triwulan I – Tahun 2013, diwilayah kerja Perwakilan BI Papua dan Papua Barat, jumlah kantor bank tercata 381 kantor yang terdiri dari 1 kantor Pusat Bank Umum dan 8 kantor Pusat BPR, 3 Kanwil, 1 KCU, 83 Kantor Cabang, 178 KCP, 7 KF dan 100 KK. “jumlah ini meningkat 1.06 persen dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2012,” jelasnya.

Ditambahkan, dengan luas wilayah Papua dan Papua Barat yang terdiri dari 40 kabupaten/kota dan 387 distrik, maka jumlah tersebut dirasa belum mencukupi. “idealnya, setiap distrik paling tidak sudah harus memiliki minimal 1 jaringan kantor bank,” imbuhnya.

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111