Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,391 SGD-9,595 JPY-12,029 GBP-16,786 EUR-14,301 AUD-10,198 SAR-3,570 [03-04-2017] Detail . . .




BI : Perekonomian Papua di 2014 Akan Tambah Variatif
Jum'at, 10 Januari 2014
Sumber : www.bintangpapua.com

Untitled Document

JAYAPURA – Deputi Direktur BI Perwakilan Provinsi Papua dan Papua Barat, Hasiholan Siahaan mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua dan Papua Barat pada triwulan III - 2013 mencapai 17,6% (yoy).
Hal itu, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Triwulan II -2013 yang hanya mencapai 0,25 persen. Pertumbuhan terendah dialami oleh sektor bangunan sebesar 1,54 persen (yoy) sementara pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor  pertambangan sebesar 43,04 % (yoy).
Dikatakan, secara umum pertumbuhan dan kondisi perekonomian di wilayah Papua sepanjang tahun 2013 relatif lebih baik dibanding Nasional. Hal itu ditunjukkan dengan rendahnya inflasi di wilayah Papua dibandingkan dengan inflasi nasional.
Demikian juga pertumbuhan ekonomi di wilayah Papua yang lebih tinggi dibanding kan pertumbuhan secara Nasional. Dan diprediksi perekonomian wilayah Papua di tahun 2014 akan lebih bervariatif 
Dikatakan, dari sisi permintaan, kinerja ekonomi Papua ditopang oleh komponen konsumsi (masyarakat dan pemerintah ), investasi (pembentukkan modal tetap bruto) dan ekspor yang tumbuh cukup menggembirakan. Pada sisi penawaran, pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua didorong oleh pertumbuhan positif dari seluruh sektor ekonomi.

“Sedangkan untuk Papua Barat per triwulan III – 2013 tumbuh sebesar 5,12% (yoy) dan dari sisi permintaan angka tersebut ditopang oleh kontruksi dari konsumsi, investasi dan ekpor, dan dari sisi sektor Industri  pengolahan, sektor bangunan serta sektor pertanian,” ungkapnya disela sela kegiatan Review Perekonomian 2013 dan Outlook Perekonomian 2014 Provinsi Papua dan Papua Barat kamis, di Kantor BI Perwakilan Provinsi Papua dan Papua Barat, Jayapura, Kamis (9/1) kemarin.
Dalam kesempatan yang sama, Manager Unit Statistic Survey dan Liaison, Ganjar Wicaksono mengungkapkan,  sesuai data survei pemantauan harga konsumen, ditemukan terjadinya penurunan optimisme konsumen terhadap perekonomian Indonesia, walaupun masih dilevel optimis, yang ditunjukkan dengan nilai IKK mencapai angka 130,9 poin atau mengalami penurunan 1,7 point dibandingkan dengan angka IKK pada bulan Desember.
“Penurunan Optimis konsumen tersebut dipicu turunya optimisme konsumen terhadap ekspektasi kondisi ekonomi ke depan,” jelasnya.
Konsumen menilai kondisi ekonomi ke depan akan sedikit lebih buruk, disebabkan oleh kondisi usaha yang mengalami penurunan (pasca seasonal akhir tahun) dan ekspetasi terhadap turunnya ketersediaan lapangan kerja.(ady/aj/lo2)

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111