Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,391 SGD-9,595 JPY-12,029 GBP-16,786 EUR-14,301 AUD-10,198 SAR-3,570 [03-04-2017] Detail . . .




Pengembangan e-Money Menghemat Pengeluaran Bank
Kamis, 8 Mei 2014
Sumber : www.infobanknews.com

Untitled Document

Untuk mendirikan 1 kantor cabang bank, dibutuhkan biaya investasi Rp1,3 miliar. Oleh sebab itu OJK meminta untuk kembangkan e-Money guna menghemat pengeluaran perbankan. Rezkiana Nisaputra

Jakarta–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku akan terus mendorong dalam pengembangan e-Money di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, OJK tidak hanya mendukung dalam konteks pengembangan literasi keuangan, tapi juga intermediasi perbankan.

Demikian pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Literasi dan Edukasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agus Sugiarto, saat seminar yang diselenggarakan Ikatan Bank Indonesia (IBI) dengan tema ‘eMoney Sebagai Sarana untuk Mengembangkan Literasi Keuangan’, di Hotel Four Season, Jakarta, Kamis, 8 Mei 2014.

Menurut Agus, kontribusi kredit perbankan terhadap produk domestik bruto (PDB) baru berkisar 30%. “Dalam konteks pengaturan kedepan, OJK sangat mendukung sepenuhnya program e-money dan branchless banking. Kami lanjutkan meski katanya sempat terhenti. Ini supaya kinerja perbankan makin efisien,” ujarnya.

Dia mengatakan, menurut data Bank Dunia, penduduk Indonesia yang memiliki akses ke keuangan baru sebesar 60% dari penduduk Indonesia yang sebanyak 240 juta. Namun, karena akses yang jomplang antara nasabah di pedesaan dan perkotaan membuat nasabah di pedesaan minim memanfaatkan jasa dan produk-produk perbankan.

“Ini (e-money) solusi yang bisa berikan kompensasi bagi yang tinggal di pedesaan untuk membuka akses ke keuangan. Kalau ke bank, mereka yang di desa butuh waktu dan uang yang lebih daripada yang di perkotaan,” tukasnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, dengan melakukan pengembangan pada e-money akan memberikan penghematan yang luar biasa pada industri perbankan. Karena untuk mendirikan 1 kantor cabang dibutuhkan biaya investasi Rp1,3 miliar. (*)

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111