Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,391 SGD-9,595 JPY-12,029 GBP-16,786 EUR-14,301 AUD-10,198 SAR-3,570 [03-04-2017] Detail . . .




BI: Pertumbuhan Kredit Perbankan 18,9% pada Kuartal I-2014
Senin, 19 Mei 2014
Sumber : www.infobanknews.com

Untitled Document

Jakarta–Bank Indonesia (BI) menilai, pertumbuhan kredit perbankan pada kuartal I-2014 sebesar 18,9%, dianggap masih dalam batas kewajaran dari angka yang diwaspadai untuk tumbuh sebesar 15%-17% pada 2014 ini.

Demikian pernyataan ini disampaikan Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Makro Prudential Bank Indonesia, Darsono, saat diskusi dengan tema memperkuat stabilitas sistem keuangan di tengah ketidakseimbangan eksternal, di Gedung BI, Jakarta, Senin, 19 Mei 2014.

Dia meyakini, bahwa pelambatan pertumbuhan kredit perbankan diperkirakan akan terjadi pada semester ke II tahun ini. Pasalnya, hal tersebut sejalan dengan kebijakan BI dengan membatasi Loan To Value (LTV) bagi kredit properti dan kendaraan bermotor yang mulai berjalan pada 2014.

“Perekonomian akan melambat seiring kebijakan LTV dan aksi kami menahan inflasi, jadi kami yakin pertumbuhan kredit perbankan tidak akan melebihi imbauan BI untuk memperlambat pertumbuhan ekonomi,” ujar Darsono.

Oleh sebab itu, BI akan terus melakukan koordinasinya dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait dengan kebijakan tersebut. “Jadi dalam ranah mikroprudensial, OJK akan mengawasi pertumbuhan perbankan,” tukasnya.

Selain itu, bank sentral terus menjaga kewenangan makroprudensial sebagai mana yang tertulis dalam pasal 7 UU OJK terkait dengan kewenangan BI dalam pengaturan dan pengawasan perbankan.

“OJK akan mengawasi pertumbuhan kredit perbankan. Dan BI hanya melakukan pemeriksaan terhadap bank tertentu dengan menyampaikan penyampaian tertulis pada OJK,” tutupnya. (*)

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111