Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,391 SGD-9,595 JPY-12,029 GBP-16,786 EUR-14,301 AUD-10,198 SAR-3,570 [03-04-2017] Detail . . .




BI: Hasil Resmi KPU Berdampak Positif Bagi Perekonomian
Selasa, 15 Juli 2014
Sumber : www.teraspos.com

Untitled Document

teRaspos - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan, adanya kepastian politik terpilihnya capres dan cawapres bakal memberikan dampak positif pada perekonomian.
Pasar ekonomi saat ini tengah menunggu pengumuman resmi pemenang Pilpres 2014 oleh Komisi Pemilihan Umum pada 22 Juli mendatang.
"Kita harapkan ke depan 22 Juli akan ada pengumuman yang lebih jelas," kata Gubernur BI Agus Martowardojo, Selasa (15/7).
Menurut Agus, pilpres kemarin berjalan lancar karena itu ekspetasi investor pun baik. Hal itu kemudian menyebabkan rupiah sempat menguat pada level Rp 11. 549 per dolar AS sehari sesudah pemilu pada Kamis (10/7).
Dia mengatakan, pemerintahan baru perlu merealisasikan janji dan komitmennya untuk melanjutkan reformasi struktural yang menjadi hal penting bagi perekonomian Indonesia yang berkelanjutan.
Selain itu, kata dia, Indonesia mengalami fundamental ekonomi yang masih negatif yaitu neraca transaksi berjalan yang defisit sehingga akan memberikan pengaruh bagi nilai mata uang rupiah.
"Kalau nilai tukar tidak didukung dengan transaksi berjalan yang sehat maka akan terus terjadi pelemahan," kata dia.
Sebagai informasi, BI memprediksi defisit transaksi berjalan hingga akhir tahun 2014 akan berada pada kisaran 3 persen dari PDB. Tahun lalu defisit mencapai 3,33 persen dari PDB atau sebesar 29,09 miliar dolar AS. (*)

 

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111