Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,391 SGD-9,595 JPY-12,029 GBP-16,786 EUR-14,301 AUD-10,198 SAR-3,570 [03-04-2017] Detail . . .




BI: Model Kebijakan Ikuti Dinamika Perkembangan Ekonomi
Rabu, 16 Juli 2014
Sumber : www.wartaekonomi.co.id

Untitled Document

WE Online, Kuta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan pengembangan model riset kebijakan harus menyesuaikan dengan dinamika perkembangan ekonomi agar mampu mengantisipasi berbagai tekanan yang dapat menyebabkan gejolak.
"Kami menyadari model kebijakan yang ada belum seluruhnya mampu mengantisipasi kompleksitas dan dinamika lingkungan ekonomi serta proses ekonomi dan moneter secara keseluruhan," katanya dalam sambutan pembukaan Konferensi EcoMod 2014 di Bali, Rabu (16/7/2014).
Dalam tiga setengah tahun terakhir, kata Agus, Bank Indonesia menggunakan model bauran kebijakan makro dan moneter dalam mengantisipasi setiap tekanan internal maupun eksternal yang dapat mengganggu dinamika perkembangan ekonomi Indonesia. Bauran itu mencakup kebijakan suku bunga, menjaga volatilitas nilai tukar, mengatasi arus modal, kebijakan makroprudensial dalam pemberian kredit untuk mendorong ekonomi, serta penguatan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah.
Model kebijakan tersebut, kata dia, mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 5,9 persen dalam lima tahun terakhir serta relatif positif dan stabil dalam menghadapi krisis global 2008-2009.
"Kami tidak boleh terlalu percaya diri dengan model yang ada. Ketidakakuratan model dapat mendorong kepada analisis yang salah dan akhirnya melahirkan keputusan yang tidak akurat. Ini bisa menyebabkan bencana," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa model kebijakan ekonomi yang salah telah melahirkan krisis 1997-1998 yang menyulitkan kondisi perekonomian nasional dan merusak tatanan ekonomi yang telah terjaga selama bertahun-tahun.
"Kami menyadari masih memiliki kelemahan dan harus mengatisipasi perubahan dari waktu ke waktu. Untuk itu, kami harus mengambil keuntungan dari konferensi ini dan berbagi pengalaman dari para pembuat model yang hadir," katanya. (Ant)
Foto: Sufri Yuliardi

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111