Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,442 SGD-9,503 JPY-11,708 GBP-16,345 EUR-14,268 AUD-10,175 SAR-3,585 [15-03-2017] Detail . . .




Asbanda : Undang-Undang Desa, Peluang BPD-SI Menuju BPD Regional Champion
Sabtu, 19 Juli 2014
Sumber : www.wartaekonomi.co.id

Untitled Document

WE Online, Jakarta - Seiring dengan kondisi perkembangan perekonomian regional Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia (BPD-SI), dipandang perlu meningkatkan ketahanan daya saing, diantaranya melalui peningkatan permodalan  yang saat ini masih relatif kecil dan peningkatan tata kelola bank yang baik (good corporate governance).
Kondisi permodalan BPD seluruh Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan yang tidak ringan. Jumlah permodalan BPD relatif kecil dibandingkan dengan perbankan secara nasional sehingga diharapkan BPD dapat meningkatkan permodalan dengan dukngan penuh dari para stakeholder. Hal ini disampaikan oleh  Eko Budiwiyono, Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA) usai Seminar Nasional bertajuk 'Peluang dan Tantangan Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (BPD-SI) Dalam Rangka Implementasi Undang-Undang Desa Guna Mendukung Tercapainya BPD Regional Champion di Jakarta, Jumaat (18/07/2014)
Beberapa pembicara yang hadir diantaranya, Reydonnizar Moenek, Dirjen Keuangan Daerah, Kemendagri , Firman Gana Senapi, Kasubdit Fasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa, Heru Kristiana, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia terus berkomitmen untuk tampil sebagai pemimpin di daerahnya masing-masing. Komitmen tersebut semakin kuat sejak dicanangkan BPD Regional Champion (BRC)oleh Bank Indonesia melalui 23 paket kebijakan di bidang moneter dan perbankan pada tanggal 21 Desember 2010 yang lalu, bank-bank pembangunan daerah (BPD) terus-menerus membenahi diri agar dapat lepas dari bayang-bayang perbankan nasional dan menjadi motor bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Eko menjelaskan bahwa; Ada tiga pilar yang menjadi fokus perhatian BRC, yakni ketahanan kelembagaan yang kuat, BPD berkomitmen untuk meningkatkan permodalan, meningkatkan efisiensi guna mencapai tingkat profitabilitas yang memadai didukung sehingga dapat memberikan kredit denga suku bunga yang kompetitif kepada masyarakat. “Sampai dengan Maret 2014 pencapaian untuk Pilar Pertama adalah; 16 BPD telah memiliki modal inti Rp 1 triliun, 25 BPD telah memiliki CAR di atas 15%, 19 BPD telah memiliki BOPO di bawah 75%, 22 BPD telah memiliki ROA di atas 2,5%, dan 2 BPD telah berhasil mencapai NIM kurang dari 5,5%, ujar Eko.
Kedua, dalam perannya sebagai agent of regional development, BPD menargetkan porsi yang lebih besar untuk kredit pada sektor-sektor produktif dan meningkatkan fungsi intermediasi, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kerja sama dengan BPR, baik melalui linkage program maupun menjadi APEX bank. Pencapaian untuk Pilar Kedua ini hingga Maret 2014 adalah; 10 BPD berhasil mencapai pertumbuhan kredit minimum 20%, 7 BPD berhasil mencapai proporsi kredit produktif minimum 40%, 22 BPD berhasil mencapai LDR di atas 78%, 4 BPD berhasil mencapai DPK di luar dana Pemda min 70%, dan 10 BPD sudah menjadi APEX BPR.
Pilar ketiga, sebagai bentuk peningkatan kemampuan melayani kebutuhan masyarakat, BPD akan memiliki program standardisasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ditunjang perluasan jaringan kantor untuk mendukung terwujudnya sistem keuangan yang inklusif (financial inclusion) dengan meningkatkan akses seluas-luasnya ke masyarakat setempat melalui penciptaan produk dan jasa yang semakin variatif dan unggul. Sebagian besar BPD telah berupaya memperluas jaringan kantor maupun membuka kedai layanan kredit mikro. Sampai dengan Desember 2014 jumlah kantor layanan BPDSI sebanyak 4.833, dengan jumlah ATM sebanyak 3.895 mesin ATM.

 

 

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111