Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,442 SGD-9,503 JPY-11,708 GBP-16,345 EUR-14,268 AUD-10,175 SAR-3,585 [15-03-2017] Detail . . .




OJK: Dana Investor Asing Masuk RI Jadi Modal Dasar Bangun Ekonomi
Senin, 4 Agustus 2014
Sumber : www.liputan6.com

Untitled Document

Liputan6.com, Jakarta Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D Hadad menyatakan, investor asing yang terus masuk ke pasar modal Indonesia positif untuk ekonomi Indonesia setelah pemilihan Presiden. Hal itu dapat meningkatkan kepercayaan investor asing untuk berinvestasi di Indonesia.
"Pertama tentu saja positif untuk proses ekonomi sehingga mereka tertarik berinvestasi di sini, modal dasar membangun ekonomi lebih maju," kata Muliaman dalam acara halal bi halal di Gedung OJK, Jakarta, Senin (4/8/2014).

Dia menambahkan, Indonesia merupakan negara yang terbuka bagi investor asing. Namun demikian, pihaknya mengaku diperlukan proteksi untuk melindungi industri keuangan dalam negeri.

Muliaman menekankan, perlindungan untuk industri keuangan dilakukan secara selektif. Pihaknya memprioritaskan pada industri keuangan dengan skala yang kecil.

"Saya kira, kita tetap terbuka. Kita lihat tentu lebih selektif terutama di  sektor keuangan, mana kuat mana yang belum kuat. Yang belum kuat kita prioritaskan. Misal pendalaman pembiayaan perumahaan, industri keuangan syariah, pengembangan surat utang, nanti kita lihat apa-apa yang perlu," lanjut dia.

Maka dari itu, pihaknya sedang berupaya mencari jalan keluar berupa sebuah mekanisme yang konstruktif. Tak hanya untuk melindungi industri keuangan yang besar dan kecil. Lebih lanjut, dia menekankan ke depan  perlindungan industri mikro juga menjadi prioritas.

"Linkage apa yang perlu kita bangun. Antara besar dan kecil, dan mikro lagi. Mulai tahun depan OJK mengawasi lembaga keuangan mikro, kita juga memikirkan bagaimana tahun depan  BPD dan BPR  itu,"  ujar Muliaman. (Amd/Ahm)

Liputan6.com, Jakarta Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D Hadad menyatakan, investor asing yang terus masuk ke pasar modal Indonesia positif untuk ekonomi Indonesia setelah pemilihan Presiden. Hal itu dapat meningkatkan kepercayaan investor asing untuk berinvestasi di Indonesia.
"Pertama tentu saja positif untuk proses ekonomi sehingga mereka tertarik berinvestasi di sini, modal dasar membangun ekonomi lebih maju," kata Muliaman dalam acara halal bi halal di Gedung OJK, Jakarta, Senin (4/8/2014).

Dia menambahkan, Indonesia merupakan negara yang terbuka bagi investor asing. Namun demikian, pihaknya mengaku diperlukan proteksi untuk melindungi industri keuangan dalam negeri.

Muliaman menekankan, perlindungan untuk industri keuangan dilakukan secara selektif. Pihaknya memprioritaskan pada industri keuangan dengan skala yang kecil.

"Saya kira, kita tetap terbuka. Kita lihat tentu lebih selektif terutama di  sektor keuangan, mana kuat mana yang belum kuat. Yang belum kuat kita prioritaskan. Misal pendalaman pembiayaan perumahaan, industri keuangan syariah, pengembangan surat utang, nanti kita lihat apa-apa yang perlu," lanjut dia.

Maka dari itu, pihaknya sedang berupaya mencari jalan keluar berupa sebuah mekanisme yang konstruktif. Tak hanya untuk melindungi industri keuangan yang besar dan kecil. Lebih lanjut, dia menekankan ke depan  perlindungan industri mikro juga menjadi prioritas.

"Linkage apa yang perlu kita bangun. Antara besar dan kecil, dan mikro lagi. Mulai tahun depan OJK mengawasi lembaga keuangan mikro, kita juga memikirkan bagaimana tahun depan  BPD dan BPR  itu,"  ujar Muliaman. (Amd/Ahm)

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111