Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,391 SGD-9,595 JPY-12,029 GBP-16,786 EUR-14,301 AUD-10,198 SAR-3,570 [03-04-2017] Detail . . .




Pemerintah Tidak akan Naikkan Harga BBM Bersubsidi
Rabu, 27 Agustus 2014
Sumber : www.wartaekonomi.co.id

Untitled Document

WE Online, Dili - Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung menegaskan, pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono - Boediono tidak akan mengambil kebijakan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
"Pemerintahan pak SBY tahun lalu baru saja menaikkan BBM 33 persen. Kenaikan tersebut tentu memberatkan masyarakat, apalagi kita tahu awal 2014 pemerintah menaikkan tarif dasar listrik dan dalam waktu dekat atas permintaan Pertamina gas elpiji 12 kg akan naik," katanya di Dili, Timor Leste, Selasa malam (26/8/2014).
Hal ini dikatakannya menanggapi sejumlah pihak-pihak tertentu yang mengatasnamakan sebagai tim dari Calon Presiden Terpilih Joko Widodo yang meminta pemerintahan SBY melakukan kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi.
Ia mengatakan, melihat beban yang dipikul masyarakat, pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang akan berakhir pada 20 Oktober 2014 tidak akan menaikkan lagi harga BBM bersubsidi.
Apalagi menurut dia, setiap kenaikan harga BBM bersubsidi akan memicu inflasi yang tinggi dan peningkatan kemiskinan.
"Tentu ini menjadi keprihatinan pemerintah saat ini," katanya.
Ia menegaskan, saat ini pemerintah memilih mengambil langkah-langkah penghematan yang terukur dan terkendali.
"Sudah cukup memberikan beban dan tidak selayaknya masyarakat ditambah lagi bebannya. Dan orang-orang yang ingin agar pemerintah saat ini menaikkan harga BBM adalah orang-orang yang dulu selalu manolak (kenaikan BBM), ini adalah hal yang lucu," katanya.

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111