Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,391 SGD-9,595 JPY-12,029 GBP-16,786 EUR-14,301 AUD-10,198 SAR-3,570 [03-04-2017] Detail . . .




BPS Laporkan Inflasi Agustus 0,47%
Senin, 1 September 2014
Sumber : www.sindonews.com

Untitled Document

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi negara Indonesia pada Agustus 2014 mencapai angka 0,47%. Angka ini terjadi karena ada beberapa faktor yang memengaruhi nilai inflasi tersebut.

Kepala BPS Suryamin mengatakan, untuk inflasi tahun kalender sebesar 3,42%. Kemudian 3,99% dari tahun ke tahun. Dan untuk inflasi komponen inti Agustus sebesar 0,46% serta inflasi inti tahun ke tahun mencapai 4,47%.

"Inflasi pada Agustus 2014 sejak 2005 hanya kalah dengan 2006. Masih lebih rendah dari Agustus-Agustus tahun sebelumnya," ungkapnya di kantor BPS di Jakarta, Senin (1/9/2014).

Suryamin menjelaskan bahwa ada 66 kota IHK mengalami inflasi dan 16 kota mengalami deflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di kota Tanjung Pandan sebesar 1,98%.

"Sedangkan untuk inflasi terendah terjadi di Banjarmasin sebesar 0,02%, sedangkan deflasi tertinggi di Ternate -1,02%," ungkapnya.

Dia mengungkapkan bahwa inflasi tertinggi dibidang pendidikan sebanyak 1,58%. Ini dikarenakan berlangsungnya tahun ajaran baru. Kedua adalah perumahan air listrik dan gas sebesar 0,73%, karena kenaikan tarif dasar listrik.

"Dengan adanya penurunan inflasi ini menunjukkan bahwa penekanan inflasi di daerah-daerah cukup baik. Dan saya berharap semoga pemerintah dapat melanjutkan ini," pungkasnya.

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111