Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,442 SGD-9,503 JPY-11,708 GBP-16,345 EUR-14,268 AUD-10,175 SAR-3,585 [15-03-2017] Detail . . .




Indonesia di ambang krisis pangan
Selasa, 2 September 2014
Sumber : www.merdeka.com

Untitled Document

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung menyampaikan kekhawatirannya akan tingginya pertumbuhan penduduk dunia. Saat ini saja, penduduk di China sudah mencapai 1,5 miliar orang, India 1,2 miliar dan Indonesia 250 juta orang.

Pertumbuhan masyarakat Indonesia juga disebut sangat tinggi mencapai 4 juta orang per tahun. Pertumbuhan penduduk Indonesia disebut sudah menyamai penduduk Singapura.

"Kita saja 4 juta per tahun sudah seperti Singapura. Kita harus siapkan makanan kalau tidak terpaksa kita impor. Ketahanan pangan penting. Tahun 2050 penduduk dunia itu 9,6 miliar orang dan butuh pangan," ucap CT sapaan akrab Chairul Tanjung di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta, Selasa (2/9).

CT mengakui ketahanan pangan nantinya akan jadi masalah dunia selain masalah energi dan air. Oleh karena itu CT meminta kementerian terkait seperti kementerian kelautan perikanan, kementerian pertanian serta kementerian kehutanan untuk bisa mencari jalan keluar masalah ini.

"Pangan ini juga berkaitan dengan masalah ketahanan kita. Pangan hal yang yang penting selain masalah krisis energi dan air," tegasnya.

Sektor pangan, menurutnya, saat ini saja masih mengalami tantangan yang tidak mudah. Naik turunnya harga komoditas karena besarnya permintaan dibanding pasokan juga menghambat kemajuan pangan.

"Selain itu konversi lahan pertanian juga terjadi terus menerus. Tidak ada pilihan lain lahan makin kecil tadi ditingkatkan produktivitasnya. Kita perlu penyuluh pertanian dan mereka harus mendapat perhatian," tutupnya.

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111