Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,442 SGD-9,503 JPY-11,708 GBP-16,345 EUR-14,268 AUD-10,175 SAR-3,585 [15-03-2017] Detail . . .




OJK Gelar Sosialisasi ke Masyarakat Papua
Kamis, 4 September 2014
Sumber : www.bintangpapua.com

Untitled Document

JAYAPURA – Dewasa ini, marak adanya penawaran produk keuangan kepada masyarakat dengan iming-iming yang menggiurkan. Tak sedikit dari masyarakat yang tergoda menerima tawaran tersebut. Namun tak sedikit pula yang akhirnya jadi korban.
“Akhir-akhir ini semakin marak penipuan yang terjadi di masyarakat. Penipuan dalam bentuk penawaran investasi kepada masyarakat yang mengiming-imingi keuntungan yang tinggi,” ujar Sondang Martha Samosir, Direktur Pelayanan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rabu (3/9) di Jayapura.
Tak urung, akhirnya banyak pengaduan dan sengketa antara konsumen dengan lembaga jasa keuangan. Pada saat bersamaan, perlindungan terhadap konsumen boleh dikata masih lemah.
Data Bank Indonesia dan Bapepam LK menunjukkan bahwa pengaduan konsumen keuangan yang diterima masih cukup besar. Hal yang sama juga dialami oleh Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BKPN) dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang juga banyak menerima pengaduan konsumen terhadap layanan jasa keuangan.
Selain itu, data survei dari Bank Indonesia (2006), Bank Dunia (April 2010) dan Bapepam LK (2012) menunjukkan bahwa sebagian besar responden masih kurang pengetahuannya mengenai jasa sektor keuangan. Salah satu hasil dari survei oleh Bank Dunia menyebutkan bahwa sekitar 52% dari penduduk atau 110 juta orang tidak memiliki akses ke jasa keuangan.
OJK sendiri, ungkap Sondang, telah menerima beberapa pengaduan terkait penawaran produk-produk investasi oleh perusahaan-perusahaan tertentu yang tidak memiliki perizinan untuk melakukan kegiatan penghimpunan dana.
“Untuk menarik masyarakat memberikan dananya, perusahaan-perusahaan ini menawarkan tingkat hasil (return) yang tinggi dan di luar kewajaran,” tutur Sondang, mengungkap salah satu modus penipuan.
Berangkat dari fakta tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga pemerintah independen yang bertugas melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap terhadap kegiatan jasa keuangan, merasa terpanggil untuk melindungi konsumen dan masyarakat. Karenanya, OJK menginisiasi dan menggelar kegiatan “Edukasi dan Perlindungan Konsumen” di berbagai daerah di Indonesia, salah satunya di Jayapura.
Fungsi edukasi dan perlindungan merupakan pilar penting dalam sektor jasa keuangan. Tindakan preventif melalui pola edukasi sebagai langkah awal untuk memberikan pemahaman yang lebih baik akan peran konsumen dalam kegiatan keuangan, sehingga berbagai. Sementara perlindungan terhadap konsumen harus dilihat sebagai upaya penyelesaian pengaduan dan sengketa antara konsumen dengan lembaga jasa keuangan.
Bagi OJK, perlindungan konsumen harus dikedepankan. Agar mereka tak lagi menjadi obyek sasaran penipuan dan tawaran-tawaran ilegal. (art/art/lo2)

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111