Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,391 SGD-9,595 JPY-12,029 GBP-16,786 EUR-14,301 AUD-10,198 SAR-3,570 [03-04-2017] Detail . . .




Ekonomi Bergejolak, BI Tetap Dorong Financial Inclusion
Selasa, 3 September 2013
Sumber : www.infobanknews.com

Untitled Document

Lewat beberapa program, Bank Indonesia berharap perluasan akses layanan keuangan bagi masyarakat berpenghasilan rendah ban berada di pelosok daerah bisa ditingkatkan. Paulus Yoga

Jakarta–Kendati terus memantau perkembangan ekonomi global yang masih bergejolak, dengan intensitas pertumbuhan yang cenderung melambat, Bank Indonesia (BI) mengklaim tetap memerhatikan upaya perluasan akses keuangan, terutama kepada masyarakat miskin di pelosok-pelosok daerah.

Perlambatan perekonomian global mau tidak mau memengaruhi kinerja perekonomian Indonesia, utamanya dari sisi ekspor. Sementara di sisi domestik, penyesuaian harga bahan bakar minyak bersubdisi membuat tekanan inflasi melonjak.

Deputi Gubernur BI Ronald Waas mengatakan, usai krisis 2009, perekonomian Indonesia dapat tumbuh kembali, dan menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia.

Kendati masih terdapat ketidakpastian, Ronald tetap optimis dengan kondisi perekonomian di Tanah Air, dengan dukungan sumberdaya alam, jumlah penduduk yang besar, pertumbuhan kelas menengah dan pasar domestik yang besar. Namun, lanjut, ketahanan perekonomian Indonesia memerlukan dukungan sistem keuangan, termasuk perluasan akses kepada masyarakat.

“Kita perlu untuk memfasilitasi akses untuk financial inclusion. Untuk mempromosikan layanan keuangan bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” tukas Ronald, dalam “2nd Indonesia Financial Services Summit” di Jakarta, Selasa, 3 September 2013.

Untuk memastikan perluasan akses keuangan ini, BI telah meluncurkan program TabunganKu pada Februari 2010, yang merupakan produk tabungan khusus masyarakat miskin tanpa biaya administrasi, dan dengan setoran awal untuk pembukaan rekening hanya berkisar Rp10 ribu hingga Rp20 ribu.

Selain program tersebut, bank sentral juga merilis proyek percontohan (pilot project) layanan perbankan tanpa kantor cabang atau branchless banking, yang diharapkan bisa meningkatkan penetrasi perbankan ke wilayah-wilayah pelosok atau remote area.

Program ini diikuti oleh lima bank umum, antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk, dan PT Bank Sinar Harapan Bali. Pilot project yang digelar selama enam bulan pada 15 Mei hingga 15 November ini diarahkan untuk memberikan masukan dalam pembuatan aturan main resmi perluasan akses perbankan tanpa kantor cabang dan memanfaatkan unit perantara layananan keuangan (UPLK).

“(Branchless banking) Masih tahap uji coba sampai November. Nanti kita evaluasi. Sejauh ini oke. Tabunganku nambahnya luar biasa,” kata Ronald kepada wartawan. (*)

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111