Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,391 SGD-9,595 JPY-12,029 GBP-16,786 EUR-14,301 AUD-10,198 SAR-3,570 [03-04-2017] Detail . . .




September, Kondisi Perbankan & Pasar Modal Baik
Kamis, 11 September 2014
Sumber : www.okezone.com

Untitled Document

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai perkembangan dan profil risiko di industri jasa keuangan secara umum berada dalam kondisi yang baik. Penilaian tersebut merupakan kesimpulan Rapat Bulanan Dewan Komisioner OJK yang digelar rutin untuk mengevaluasi perkembangan dan profil risiko di industri jasa keuangan.

"September ini dalam kondisi baik, baik untuk pasar modal, perbankan," imbuh Deputi Komisioner Manajemen Strategis IB OJK Lucky FA Hadibrata saat konfrensi pers dikantornya, Jakarta, Kamis (11/9/2014).

Lucky menjelaskan, secara global pemulihan ekonomi pada negara maju tetap berlanjut namun tidak merata, patut dicermati efek rambatan dari normalisasi kebijakan Amerika Serikat (AS) terhadap emerging market.

"Pemulihan ekonomi global berlangsung dengan kecepatan yang berbeda-beda," sambungnya.

Menurut Lucky, indikator perekonomian di AS mengindikasikan penguatan pemulihan sementara di Eropa, Jepang sebaliknya termasuk China yang mengindikasikan perlambatan pertumbuhan. Terkait perbaikan indikator ketenagakerjaan di AS menimbulkan spekulasi percepatan kenaikan suku bunga yang kemungkinan akan dilaksanakan di semester I-2015.

Selain itu, perubahan stance kebijakan ini mengandung implikasi rambatan berupa perilaku risk off investor dari emerging market berpotensi menimbulkan pembalikan arus modal di pasar keuangan emerging market termasuk Indonesia.

"Perlambatan ekonomi emerging market diproyeksikan masih berlanjut yang juga dapat menimbulkan efek rambatan dalam lingkup global," cetusnya.

Lanjut Lucky mengatakan, dampak perlambatan perekonomian global mempengaruhi perekonomian domestik Indonesia, antara lain perlambatan pertumbuhan ekonomi triwulan II-2014 yang terjadi pada seluruh komponen pengeluaran.

"Konsumsi rumah tangga dan investasi masih bertumbuh meski melambat, sementara terjadi kontraksi pada konsumsi pemerintah, ekspor dan impor," kata dia.

Sementara itu defisit transaksi berjalan triwulan II-2014 melebar, meskipun NPI surplus ditopang transaksi modal dan finansial, di satu sisi inflasi masih terjaga namun terdapat potensi tekanan tambahan.

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111