Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,391 SGD-9,595 JPY-12,029 GBP-16,786 EUR-14,301 AUD-10,198 SAR-3,570 [03-04-2017] Detail . . .




Likuiditas ketat, pemerintah dukung OJK awasi konglomerasi bank
Jum'at, 26 September 2014
Sumber : www.merdeka.com

Untitled Document

Merdeka.com - Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro melihat, pemerintahan baru bakal menghadapi ketatnya likuiditas akibat faktor eksternal. Karena itu pihaknya mendukung upaya pengawasan pada konglomerasi bank.
"Kuncinya kurangi defisit. 2015 kita harus lebih keras melakukan defisit anggaran dikurangi, defisit neraca berjalan dikurangi. Dua itu supaya kita punya ketahanan," katanya di kantornya, Jumat (26/9).
Dia mengapresiasi rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengawasi konglomerasi perbankan. Hal ini sebagai upaya kehati-hatian menghadapi ketatnya likuiditas perbankan.
"Bagaimana nanti jika ada pemburukan eksternal. Artinya yang membuat likuiditas sangat ketat, bagaimana mengantisipasi bank-bank kecil tidak kolaps. Nah, harus dipastikan bank- bank kecil itu benar-benar bisa disupport pemiliknya."
Bambang menegaskan permasalahan ketatnya likuiditas adalah saat pemilik bank tidak cukup modal atau pas-pasan. Ini akan mendorong adanya gangguan.
"Nah kalau pemiliknya sangat kuat, bisa tangani. Pengawasan itu sebagai antisipasi kalau likuiditas ketat bisa terjadi 2015," katanya.
Tahun depan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) siap mencoba sistem pengawasan terintegrasi untuk Lembaga Jasa Keuangan kategori konglomerasi. Perusahaan memiliki banyak anak usaha, wajib berhati-hati menjaga risiko, serta mempertahankan kecukupan modal seandainya muncul situasi krisis.
Implementasi kewenangan baru OJK ini sebagai awalan berlaku buat bank BUKU (Bank Umum Kategori Usaha) IV, misalnya Grup Bank Mandiri, Grup BRI, atau Grup BCA.
Dari pemetaan sementara OJK, ada 31 konglomerasi jasa keuangan di Tanah Air. Perusahaan-perusahaan ini menguasai 70 persen aset industri keuangan Indonesia, dengan nilai setara Rp 5.300 triliun. Bank besar dikenal publik rata-rata masuk daftar itu.
Selain tiga bank yang disebut sebelumnya, ada Grup Mega, Danamon, Recapital, atau MNC Group (Bank Bumiputera). Perusahaan keuangan asing juga masuk dalam radar konglomerasi versi OJK, di antaranya raksasa perbankan Singapura seperti OCBC dan UOB, Sumitomo (Jepang), atau JP Morgan (Amerika Serikat).
Ada 10 konglomerasi masuk kategori vertical, yaitu hubungan antara induk dan anak usaha jelas dan sama-sama bergerak di jasa keuangan. Di kategori horizontal, yakni hubungan perusahaan cuma dari kepemilikan, OJK mengidentifikasi 13 perusahaan. Sisa 8 konglomerasi lain masuk kategori campuran.
Hasil pemetaan OJK menunjukkan perusahaan yang beranak-pinak di Indonesia memang kebanyakan bank. Awalnya menghimpun dana masyarakat, mereka menelurkan bisnis lain mulai dari asuransi, lembaga pembiayaan, sampai bisnis-bisnis tak ada kaitannya dengan jasa keuangan. Boedi menyebut, konglomerasi non-bank ternama seperti Bakrie Group atau Astra Group juga dipantau tapi masih menyusul belakangan.
OJK bakal menetapkan risiko dari seluruh usaha yang dijalankan konglomerasi, mencakup kredit, hukum, kepatuhan, maupun likuiditas. Salah satu paling khas, adalah pemantauan OJK dalam hal risiko transaksi intra grup dan asuransi. Nantinya lembaga superbody ini akan punya ranking, mana konglomerasi sehat, dan mana yang punya peluang terjebak krisis.

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111