Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,442 SGD-9,503 JPY-11,708 GBP-16,345 EUR-14,268 AUD-10,175 SAR-3,585 [15-03-2017] Detail . . .




BI: Pelemahan Rupiah Dipicu Faktor Domestik dan Eksternal
Jum'at, 10 Oktober 2014
Sumber : wartaekonomi.co.id

Untitled Document

WE Online, Jakarta - Pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang terjadi sejak September 2014 lalu terus berlanjut hingga memasuki bulan Oktober 2014. Menurut data Bank Indonesia (BI), hari ini, Jumat (10/10/2014), kurs jual rupiah terhadap dolar AS berada di kisaran Rp 12.268/USD. Sementara kurs beli berada di level Rp 12.146/ USD.Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan pergerakan rupiah tersebut sejalan dengan pergerakan mata uang lain di kawasan."Rupiah secara rata-rata melemah 1,57% month to month (mtm) dari bulan sebelumnya menjadi Rp 11.898 per dolar AS. Secara point to point (ptp), rupiah terdepresiasi sebesar 4% dan ditutup pada level Rp 12.185 per dolar AS," ucapnya saat ditemui di kantor BI, Jakarta.

Lebih lanjut, dia menjelaskan pelemahan rupiah ini dipengaruhi oleh faktor sentimen yang bersumber dari domestik dan eksternal."Faktor domestik terkait dengan perilaku investor yang menunggu pembentukan kabinet pemerintahan baru dan program kerja pemerintah ke depan, termasuk kebijakan penyesuaian BBM bersubsidi," kata Tirta.Sementara dari faktor eksternal, tambah dia, yakni terkait dengan normalisasi kebijakan The Fed yang diperkirakan akan berlangsung lebih awal pada triwulan II 2015, indikasi perlambatan ekonomi Tiongkok, dan dinamika geopolitik global."Selain itu, penguatan dolar AS juga memberikan tekanan pada hampir seluruh mata uang dunia termasuk rupiah. Ke depan BI akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya," tutupnya.

 

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111