Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,391 SGD-9,595 JPY-12,029 GBP-16,786 EUR-14,301 AUD-10,198 SAR-3,570 [03-04-2017] Detail . . .




BI Perkirakan Inflasi 2014 Capai 9%
Kamis, 30 Oktober 2014
Sumber : www.liputan6.com

Untitled Document
Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan angka inflasi pada tahun 2014 akan melebihi apa yang ditargetkan sebelumnya.

Gubernur BI, Agus Martowardojo menjelaskan, tingginya inflasi di akhir tahun tersebut lebih disebabkan adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang rencananya akan dilakukan pada November 2014.

"Kalau pemerintah naikin harga BBM, yang perkiraan inflasi 5,2 persen itu akan naik jadi 9 persen. Kami perkirakan sampai akhir tahun 2014 inflasi 5,2 persen itu tidak termasuk penyesuaian kenaikan harga BBM," kata Agus di Gedung Bank Indonesia, Kamis (30/10/2014).

Meski begitu, Agus menilai tingginya angka inflasi tersebut bukan menjadi persoalan yang perlu dipusingkan mengingat Bank Indonesia bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan berkoordinasi dengan pemerintah untuk meredam lonjakan harga akibat inflasi tersebut.

Tidak hanya itu, kenaikan harga BBM bersubsidi itu dipandang sangat penting dalam menurunkan defisit anggaran negara yang sejak tahun 2011 selalu defisit.

"Defisit itu paling besar disebabkan oleh subsidi BBM yang melebihi Rp 300 triliun, itu sudah tidak sehat," ungkap dia.

Di kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, impor migas bakal berkurang sebesar US$ 3 miliar setiap tahunnya, jika pemerintah Joko Widodo menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi Rp 3.000 per liter.

"Yang pasti kalau BBM naik setiap Rp1.000 bisa menurunkan impor migas sebesar US$ 1 miliar selama satu tahun," ujar Perry.
 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111