Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,442 SGD-9,503 JPY-11,708 GBP-16,345 EUR-14,268 AUD-10,175 SAR-3,585 [15-03-2017] Detail . . .




Kenaikan Harga BBM Tak Ganggu Kinerja Industri
Senin, 10 Nopember 2014
Sumber : www.ciputranews.com

Untitled Document

Rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebelum Januari 2015 tidak akan mengganggu kinerja industri, terutama industri skala besar.

“Selama ini industri-industri terutama skala besar sudah tidak menggunakan BBM bersubsidi sehingga kenaikan harga nantinya tidak akan berdampak besar. Paling yang terganggu hanya Industri Kecil Menengah (IKM) dan usaha-usaha kecil,” kata Menteri Perindustrian Saleh Husin di Jakarta, Senin (10/11).

Bagi sektor industri, menurut Saleh, kenaikan ini hanya akan berpengaruh terhadap biaya logistik barang. Namun kenaikannya terhitung tidak signifikan sehingga tidak terlalu membebani biaya produksi.

“Mungkin yang berpengaruh adalah sistem logistiknya. Kira-kira naiknya tidak terlalu besar, tidak sampai 4% dan secara keseluruhan pada biaya produksi, jadi bukan hanya logistik saja,” paparnya.

Sedangkan Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Imam Haryono mengatakan, jika kenaikan BBM ini nantinya memberikan dampak pada industri, pemerintah akan mengupayakan pemberian insentif melalui pembangunan capacity building sehingga industri dapat meningkatkan produktivitas. Pengalihan subsidi BBM ini juga akan menyasar pada sektor-sektor produktif dan diharapkan membantu industri mengurangi biaya logsitik karena adanya perbaikan dan pembangunan infrastruktur, berkurangnya tingkat kongesti dan dwiling time di pelabuhan dan lain-lain.

“Kalau itu bisa diperbaiki sudah ada penghematan dan sektor industri sudah berjasa memberikan pemasukan pada negara,” ujarnya. (ant)

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111