Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,391 SGD-9,595 JPY-12,029 GBP-16,786 EUR-14,301 AUD-10,198 SAR-3,570 [03-04-2017] Detail . . .




Ini Saran BI untuk Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi
Rabu, 12 Nopember 2014
Sumber : http://wartaekonomi.co.id

Untitled Document

WE Online, Jakarta - Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menilai investasi di dalam negeri, khususnya di daerah-daerah, perlu didorong untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan.
"Kuncinya kalau kelihatan pertumbuhan ekonomi seperti ini kuncinya kita dorong investasi. Kuncinya di situ karena ekspornya masih akan terus tertekan," ujar Perry di Kantor Perwakilan BI Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/11/2014).
Perry menuturkan wilayah-wilayah yang selama ini mengandalkan komoditas migas harus melakukan hilirisasi, khususnya wilayah Sumatera dan kawasan timur Indonesia (KTI).
"Misalnya, karet yang selama ini diekspor diberikan nilai tambah. Di KTI kita dorong pembangunan smelter terus ditingkatkan value added-nya," kata Perry.
Menurut Perry, investasi yang tumbuh dengan baik di daerah akan membantu mendorong laju pertumbuhan ekonomi daerah itu sendiri dan juga pertumbuhan ekonomi secara nasional. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2014 mengalami penurunan dibandingkan kuartal II 2014 dari 5,1 persen menjadi 5 persen.
Penurunan pertumbuhan tersebut disebabkan perlambatan ekonomi di wilayah Sumatera. yakni 4,5 persen dari sebelumnya 4,9 persen dan DKI Jakarta sebesar 6 persen dari sebelumnya 6,1 persen.
"Sehingga ini yang perlu. Perbaikan iklim investasi dan daya saing. Ini yang akan kita koordinasikan dengan pemerintah bagaimana dorong investasi, dorong agribisnis, dan dorong UMKM," kata Perry. (Ant)

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111