Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,442 SGD-9,503 JPY-11,708 GBP-16,345 EUR-14,268 AUD-10,175 SAR-3,585 [15-03-2017] Detail . . .




BBM Naik Rp2.000 per Liter, Inflasi Akhir Tahun Capai 7,3%
Selasa, 18 Nopember 2014
Sumber : http://www.infobanknews.com

Untitled Document

Jakarta–Dengan adanya kebijakan pemerintah Joko Widodo (Jokowi) menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp2.000 per liter untuk bahan bakar premium dan solar, tentunya bakal mendorong peningkatan inflasi hingga akhir 2014.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, kenaikan harga BBM bersubsidi akan berdampak pada peningkatan inflasi. Hingga akhir 2014 ini diperkirakan kenaikan harga BBM bersubsidi bakal menyumbang inflasi sebesar 2%, sehingga diperkirakan inflasi akhir tahun akan berada pada kisaran 7,3%.

“Inflasi tambahannya di 2014 ada dikisaran 2% jadi kalau inflasi akhir tahun 5,3% tambah 2% jadi inflasinya 7,3% untuk 2014,” ujar Bambang Brodjo, di Istana Negara, Jakarta, Senin malam, 17 November 2014.

Menurutnya, dampak kenaikan harga BBM bersubsidi terhadap inflasi hanya bersifat sementara. Pasalnya selama tiga sampai empat bulan kedepan sejak BBM bersubsidi naik, inflasi diperkirakan akan kembali normal. Namun demikian inflasi masih akan terasa di awal tahun 2015 mendatang.

“Masih ada dampak inflasi pada bulan Januari dan Februari 2015 mendatang, tapi tidak terlalu besar seperti dampak inflasi di bulan Desember tahun 2014,” tutup Bambang Brodjo. (*) @rezki_saputra

 

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111