Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,391 SGD-9,595 JPY-12,029 GBP-16,786 EUR-14,301 AUD-10,198 SAR-3,570 [03-04-2017] Detail . . .




BI Rate Jadi 7,75%, Bunga Kredit Bank Siap-siap Naik
Rabu, 19 Nopember 2014
Sumber : http://bisnis.liputan6.com

Untitled Document
Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) kemarin telah mengumumkan kenaikan suku bunga acuan (BI rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 7,75 persen.

Tidak hanya itu, kenaikan juga diputuskan untuk landing fasility sebesar 50 bps menjadi 8 persen. Sedangkan untuk deposit fasility dipertahankan di angka 5,5 persen.

Ekonom Bank Standard Chartred‎, Eric Alexander Sugandi menilai, apa yang diputuskan BI tersebut juga akan diikuti dengan naiknya suku bunga kredit oleh industri perbankan.

"Mungkin perbankan akan merespons juga dengan menaikkan suku bunga kreditnya, namun ini butuh waktu, tidak langsung naikin juga," kata dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Rabu (19/11/2014).

Ia memperkirakan, respons kenaikan suku bunga tersebut akan dilakukan paling cepat satu bulan ke depan. Meski begitu dirinya menilai kenaikan suku bunga kredit tersebut tidak akan dilakukan oleh semua bank.

"‎Tergantung likuiditas bank juga, karena takutnya kalau naikin bunga kredit yang ada melambat kreditnya nanti‎, itu kembali ke bank masing-masing," paparnya.

Seperti diketahui, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuannya dalam rangka menjangkar pergerakan inflasi akibat kenaikan harga BBM bersubsidi yang dimana kenaikan inflasi sudah mulai terjadi pada awal November.

Tidak hanya itu, kenaikan BI Rate yang juga dibarengi kenaikan landing fasility sebesar 50 bps menjadi 8 persen akan membantu mengarahkan defisit neraca transaksi berjalan ke arah yang lebih sehat.
 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111