Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,442 SGD-9,503 JPY-11,708 GBP-16,345 EUR-14,268 AUD-10,175 SAR-3,585 [15-03-2017] Detail . . .




Uang Beredar Tumbuh 12,5% di Oktober
Senin, 8 Desember 2014
Sumber : http://economy.okezone.com

Untitled Document

JAKARTA - Pertumbuhan likuiditas perekonomian uang beredar dalam arti luas (M2) Oktober 2014 kembali meningkat. Posisi M2 tumbuh 12,5 persen ke Rp4.024,2 triliun dibandingkan pertumbuhan bulan September 2014 yang sebesar 11,9 persen.

Mengutip laman Bank Indonesia, Jakarta, Senin (8/12/2014), berdasarkan komponennya, peningkatan pertumbuhan tersebut terutama berasal komponen Uang Kuasi (Dana Pihak Ketiga yang terdiri dari simpanan berjangka dan tabungan baik rupiah maupun valas serta simpanan giro valas).

Pertumbuhan komponen M1 (Uang kartal dan simpanan giro Rupiah) dan Uang Kuasi masing-masing tercatat sebesar 9,8 persen (yoy) dan 13,7 persen (yoy), meningkat dari bulan sebelumnya yang sebesar 9,4 persen (yoy) dan 13,1 persen (yoy).

Berdasarkan faktor yang mempengaruhi, naiknya pertumbuhan M2 pada bulan Oktober 2014 dipengaruhi oleh ekspansi operasi keuangan pemerintah ditengah pertumbuhan kredit yang masih melambat. Sesuai pola tahunannya, ekspansi keuangan Pemerintah terjadi pada triwulan terakhir sejalan dengan peningkatan aktivitas belanja Pemerintah menjelang akhir tahun.

Sementara itu, kredit perbankan pada Oktober 2014 tercatat sebesar Rp3.587,4 T, tumbuh 12,4 persen (yoy), melambat dibandingkan September 2014. Perlambatan pertumbuhan kredit ini sejalan dengan moderasi pertumbuhan ekonomi.

Suku bunga simpanan dan kredit perbankan masih terus meningkat. Pada Oktober 2014, rata-rata suku bunga deposito berjangka waktu 6 dan 12 bulan tercatat sebesar 9,38 persen dan 8,77 persen, meningkat dibandingkan September 2014 yang masing-masing sebesar 9,36 persen dan 8,73 persen.

Kenaikan suku bunga dana tersebut diiringi oleh peningkatan suku bunga kredit. Rata-rata suku bunga kredit di Oktober 2014 tercatat sebesar 12,93 persen, meningkat dibandingkan September 2014 sebesar 12,88 persen.

(rzy)

 

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111