Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,442 SGD-9,503 JPY-11,708 GBP-16,345 EUR-14,268 AUD-10,175 SAR-3,585 [15-03-2017] Detail . . .




Rupiah Melorot, Waspadai Sektor-sektor Ini
Selasa, 16 Desember 2014
Sumber : http://www.tempo.co

Untitled Document
TEMPO.CO , Jakarta:Pelemahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ikut memukul sejumlah sektor yang mengandalkan impor. Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi sejak pekan lalu antara lain akan berdampak pada sektor otomotif.

Berdasarkan hitungannya sektor itu akan melambat hingga 40 persen. "Saya perkirakan perlambatan di sektor otomotif bisa terjadi hingga enam bulan kedepan," kata Yudhi saat dihubungi Tempo, Senin, 15 Desember 2014.

Pengamat Kebiajakan Ekonomi dari Perkumpulan Prakarsa, Wiko Saputra mengatakan industri-industri yang lebih banyak mengandalkan impor seperti otomotif memang terancam akan mengalami kerugian akibat kondisi ini. Selain itu, pengolahan produk makanan, penerbangan dan logistik juga akan terkena imbasnya.

Namun, menurut dia ada beberapa sektor yang mendapatkan keuntungan dengan merosotnya rupiah, seperti perkebunan kelapa sawit, perikanan, mebel, tekstil, dan alas kaki yang lebih berorientasi ekspor. "Pemerintah harus menggenjot ekspor beberapa sektor prioritas pada masa depresiasi rupiah," katanya.

Perlambatan pertumbuhan otomotif di Indonesia pada tahun depan sudah diperkirakan Gabungan Pengusaha Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Pada 2015, target penjualan kendaraan roda empat hanya 1,2 juta unit atau sama dengan target tahun ini. "2014 masih stagnan. Untuk bulan (Desember) saja, kami masih butuh 100 ribu unit lagi untuk memastikan target 1,2 juta," ujarnya.
 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111