Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,442 SGD-9,503 JPY-11,708 GBP-16,345 EUR-14,268 AUD-10,175 SAR-3,585 [15-03-2017] Detail . . .




Intensifkan Intervensi, BI Fokus Kawal Stabilitas Rupiah
Jum'at, 19 Desember 2014
Sumber : http://www.infobanknews.com

Untitled Document

Jakarta–Bank Indonesia (BI) menilai, pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) belakangan ini tidak sesuai dengan fundamental ekonomi domestik, sehingga BI perlu mengintensifkan intervensi untuk mengawal stabilitas fluktuasi nilai tukar rupiah.

“Secara fundamental, sebenarnya tidak ada alasan rupiah kita tertekan begitu besar,” ujar Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juda Agung di Gedung BI, Jakarta, Jumat, 19 Desember 2014.

Juda mengungkapkan, depresiasi nilai tukar rupiah tersebut lebih disebabkan oleh penguatan dolar AS terhadap seluruh mata uang. “Secara fundamental, ekonomi kita baik. Inflasi memang tinggi di Desember ini, akan tetapi akan kembali membaik pada 2015,” tukasnya.

Menurut Juda, intervensi yang dilakukan BI tidak mengarahkan rupiah untuk menuju level tertentu, namun lebih kepada menjaga nilai tukar agar sejalan dengan fundamental yang ada. “Tidak ada mengarahkan ke level berapa. Kami mensmoothing out supaya tidak gonjang-ganjing rupiahnya dan BI selalu ada di pasar,” ucapnya

Lebih lanjut Juda menambahkan, bahwa sejauh ini sebagian besar kalangan merasa optimistis kalau perekonomian Indonesia pada 2015 akan lebih baik bila dibandingkan dengan tahun ini. Terlebih, program pengembangan infrastruktur akan direalisasikan pada tahun depan.

Fiscal risk-nya juga sudah berkurang dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), harga minyak dunia juga turun. Bahwa pelemahan rupiah juga dipicu oleh sentimen negatif di pasar, tetapi sekarang sudah kembali stabil,” tutup Juda. (*)

@rezki_saputra

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111