Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,391 SGD-9,595 JPY-12,029 GBP-16,786 EUR-14,301 AUD-10,198 SAR-3,570 [03-04-2017] Detail . . .




OJK Luncurkan SIGAP
Kamis, 29 Januari 2015
Sumber : http://www.ojk.go.id

Untitled Document

OJK Luncurkan SIGAP untuk Meningkatkan Layanan Konsumen Terintegrasi di Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen

Jakarta, 21 Januari 2015 - Layanan Konsumen Keuangan Terintegrasi yang mulai beroperasi semenjak pengawasan menjadi tanggungjawab OJK pada 2 (dua) tahun yang lalu, mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Data per 16 Januari 2015, Layanan Konsumen OJK telah memberikan 31.553 layanan yang terdiri dari 4.244 penyampaian informasi, 24.191 pertanyaan, dan 3.118 pengaduan. Dari 3.118 pengaduan yang diterima OJK tersebut, sebanyak 346 pengaduan yang memenuhi syarat administrasi untuk ditindaklanjuti dengan verifikasi lanjutan dan fasilitasi penyelesaian. Dari 346 pengaduan tersebut, sebanyak 314 pengaduan telah diselesaikan, termasuk di antaranya 30 pengaduan yang ditindaklanjuti dengan pembayaran oleh PUJK sebesar Rp4.338.999.781,22 dari total tuntutan finansial Pelapor sebesar Rp5.388.373.703,94 atau 80,53%. Sementara itu sisanya masih memerlukan proses lebih lanjut.

Salah satu sarana layanan konsumen yang disediakan oleh OJK adalah  fasilitas Financial Costumer Care (FCC) dengan nomor kontak (kode area) 1-500-655, yang memanfaatkan teknologi terbaru yang mampu memberikan fasilitas traceable dan trackable. Fitur traceable adalah fitur yang dapat diakses dan dimanfaatkan oleh Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) untuk mengetahui dan/atau mengambilalih pengaduan konusmen kepada lembaganya untuk diupayakan penyelesaiannya. Sementara trackable adalah fitur yang dapat diakses oleh Konsumen (sebagai pelapor) untuk mengetahui status perkembangan pengaduan yang disampaikannya kepada OJK. Beberapa otoritas pengawas dari berbagai negara antara lain Bank Negara Malaysia yang berkesempatan mengunjungi FCC berminat untuk belajar dari OJK mengenai sistem dimaksud.

Untuk meningkat kualitas knowledge management dan SDM dalam pengelolaan FCC yang bertepatan dengan 2 (dua) tahun beroperasinya Layanan Konsumen OJK, OJK meluncurkan tag-line SIGAP yang merupakan singkatan dari Santun Informatif tangGAp Profesional. Hal ini menandai komitmen OJK untuk melayani lebih baik kepada masyarakat dan Konsumen keuangan dalam mewujudkan perlindungan konsumen yang berkeseimbangan dengan tumbuh dan sehatnya industri keuangan di Indonesia. Peluncuran yang dihadiri oleh seluruh Anggota Dewan Komisioner juga dihadiri oleh Pemimpin Redaksi dan Redaktur Senior media massa di lokasi Layanan Konsumen OJK di Menara Radius Prawiro, Komplek Perkantoran Bank Indonesia Jakarta hari ini.

Kusumaningtuti S. Soetiono, Anggota Dewan Komisioner OJK yang membidangi Edukasi dan Perlindungan Konsumen, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah memanfaatkan layanan konsumen terintegrasi ini. Kami masih harus terus memperbaiki kekurangan dan kecepatan serta pelayanan konsumen keuangan di seluruh Indonesia. OJK mencanangkan mulai tahun 2015 ini akan mewujudkan Pusat Edukasi dan Layanan Konsumen Keuangan. Secara bertahap kami merencanakan nanntinya di setiap Kantor Regional/Kantor OJK ada Pusat Edukasi dan Layanan Konsumen Keuangan. Masyarakat bisa akses melalui telepon maupun mengunjungi Kantor OJK tentunya setelah menempati kantor sendiri tidak seperti sekarang yang masih menggunakan sarana perkantoran Bank Indonesia. Selain itu OJK akan meningkatkan mobilitas edukasi keuangan dengan menambah armada SiMOLEK (Mobil Edukasi Layanan Konsumen) yang disediakan untuk 35 Kantor OJK di seluruh Indonesia . Mobil ini juga dapat dimanfaatkan industri keuangan untuk mendatangi masyarakat untuk memberikan informasi produk/layanan keuangan dan/atau pengaduan masyarakat.

OJK terus berusaha memahami dan memenuhi kebutuhan dan keperluan akses keuangan masyarakat. Sinergi dengan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Perguruan Tinggi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan segenap masyarakat, agar akses keuangan benar bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pemanfaatan LAKU PANDAI (Branchless Banking) untuk penyaluran dana bantuan Pemerintah, ketersediaan dan akses Layanan Keuangan Mikro untuk kebutuhan keseharian masyarakat, pelaksanaan Outreach Program dan KKN Mahasiswa tematik literasi keuangan untuk meningkatkan literasi dan pemanfaatan produk/layanan keuangan, Pengayaan materi kurikulum untuk SMP dan SMA untuk menumbuhkan budaya berhemat dan menabung sejak usia dini. Hal tersebut adalah langkah OJK di Tahun 2014 yang akan terus ditingkatkan dan diperluas agar keberadaan OJK tidak hanya memberikan rasa aman tetapi meningkatkan rasa percaya diri masyarakat untuk bertransaksi keuangan, Lanjut Tituk panggilan untuk ADK OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen.

Bertransaksi di bidang keuangan tentu bukannya tanpa risiko atau memiliki potensi sengketa sehingga OJK mengatur adanya kewajiban bagi Pelaku Usaha Jasa Keuangan untuk menyelesaikan pengaduan konsumen. Jika konsumen tidak puas terhadap penanganan pengaduan, maka konsumen keuangan dapat meneruskan sengketa ke pengadilan atau Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS). OJK mendorong setiap industri memiliki LAPS sehingga penanganan sengketa dapat dilaksanakan secara independen, adil efisien, efektif dan mudah diakses. Pada Triwulan I tahun 2015 OJK akan mengeluarkan daftar LAPS di Industri Keuangan, sehingga OJK terus berdialog dan memfasilitasi kebutuhan LAPS baik yang sudah berdiri (infustri pasar modal, asuransi, modal ventura, dana pensiun) maupun yang masih dalam proses pembentukan (perbankan dan persh.pembiayaan).

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111