Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,391 SGD-9,595 JPY-12,029 GBP-16,786 EUR-14,301 AUD-10,198 SAR-3,570 [03-04-2017] Detail . . .




BI Musnahkan 5,195 Miliar Lembar Uang Lusuh Sepanjang 2014
Kamis, 5 Februari 2015
Sumber : http://www.infobanknews.com

Untitled Document

Jakarta–Bank Indonesia (BI) telah memusnahkan sejumlah 5,195 miliar bilyet atau lembar uang kertas tak layak edar (lusuh) di sepanjang 2014. Pemusnahan uang kertas ini setara dengan Rp111,575 triliun.

Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Eko Yulianto, di Gedung BI, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2015. “Uang yang dimusnahkan merupakan uang yang tidak layak edar karena lusuh, kotor dan tidak utuh,” ujarnya.

Menurutnya, pemusnahan uang ini sesuai dengan amanat Pasal 18 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang yang mengatur bahwa jumlah dan nilai nominal Rupiah yang dimusnahkan oleh Bank Indonesia. Pemusnahan uang juga diatur dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.14/7/PBI/2014 tentang Pengelolaan Uang Rupiah.

Selain itu, lanjut Eko, pemusnahan uang ini juga berdasarkan Nota Kesepahaman antara Bank Indonesia dengan Pemerintah RI, yang mengatur bahwa jumlah dan nominal Rupiah yang dimusnahkan oleh Bank Indonesia, ditempatkan dalam Lembaran Negara RI.

Dia menjelaskan, jumlah pemusnahan uang sepanjang 2014 meningkat 4% jika dibandingkan dengan uang yang dimusnahkan sepanjang tahun 2013 yang sebesar 5,017 miliar lembar. Mayoritas uang yang dimusnahkan pada 2014 adalah pecahan uang nominal Rp5.000 dan Rp2.000, yang mencapai 46% dari keseluruhan uang yang dimusnahkan.

Berdasarkan jumlah uang yang dimusnahkan BI, sepanjang 2014, pecahan uang nominal Rp2.000 merupakan pecahan uang yang paling banyak dimusnahkan yakni mencapai 1,339 miliar lembar. Angka tersebut naik 5,26% jika dibandingkan dengan uang pecahan yang sama yang dimusnahkan pada 2013 yaitu sebesar 1,272 miliar bilyet.

Sementara itu, pecahan uang nominal Rp5.000 mengikuti dengan jumlah pemusnahan mencapai 1,051 miliar bilyet atau naik 17,43% jika dibandingkan dengan pemusnahan uang pecahan yang sama sepanjang 2013 yang sebesar 895 juta lembar.

Sedangkan jika dilihat dari kenaikan persentase, jumlah uang yang dimusnahkan sepanjang tahun 2014 dibandingkan tahun 2013, uang kartal pecahan Rp5.000 merupakan pecahan dengan kenaikan persentase tertinggi, mencapai 17,43%.

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111