Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,391 SGD-9,595 JPY-12,029 GBP-16,786 EUR-14,301 AUD-10,198 SAR-3,570 [03-04-2017] Detail . . .




Rupiah Melemah, Bank Indonesia: Lama-Lama Masyarakat Terbiasa
Senin, 9 Maret 2015
Sumber : http://www.republika.co.id

Untitled Document

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada awal pekan ini, menunjukkan pelemahan. Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, kurs tengah rupiah berada di level 13.047 per dolar AS pada Senin (9/3). Rupiah melemah dibandingkan posisi Jumat (6/3), di level 12.983 per dolar AS.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara mengatakan, penguatan dan pelemahan rupiah kembali sangat ditentukan mekanisme pasar. Rupiah, kata Tirta, selain ditentukan oleh mata uang global juga sangat ditentukan oleh supplay dan demand.

“Kalau supplay cukup permintaan tidak terlalu besar dia bisa menguat, tapi kalau supplay kurang eksportir tidak banyak menjual sedangkan permintaan banyak itu bisa memberikan tekanan pada rupiah,” jelas Tirta saat dihubungi Republika, Senin (9/3).

Menurut dia, nilai tukar rupiah saat ini dari sisi kompetitif untuk mendorong ekspor dan fundamental masih ada di koridor fundamental. Nilai tukar rupiah dinilai masih konsisten dengan pencapaian indicator stabilitas makro ekonomi yang lain seperti pertumbuhan ekonomi, defisit transaksi berjalan (CAD) dan inflasi.

“Karena kalau melemah sekali akan pengaruh ke inflasi, bahan baku impor masih mahal. Memang ini pelemahan, tapi lama-lama masyarakat terbiasa karena secara global semua melemah, tapi kalau dibandingkan dengan yen dan euro itu rupiah masih menguat,” imbuhnya.

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111