Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,442 SGD-9,503 JPY-11,708 GBP-16,345 EUR-14,268 AUD-10,175 SAR-3,585 [15-03-2017] Detail . . .




BI : Pertumbuhan Perekonomian Papua Menggembirakan
Kamis, 14 Nopember 2013
Sumber : www.bintangpapua.com

Untitled Document

JAYAPURA – Untuk memudahkan akses masyarakat akan data-data perbankan, Tim Ekonomi & Keuangan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Papua & Papua Barat, kini menambah dua unit kerja, yaitu Unit Statistik, Survey & Liaison, dan Unit Asessment Ekonomi dan Keuangan.

Dari hasil kajian pihak KPwBI melalui dua unit yang dipimpin Ganjar Wicaksono selaku Direktur, pada pada triwulan III-2013, perekonomian Provinsi Papua menunjukkan pertumbuhan yang cukup menggembirakan, yaitu sebesar 17,58 persen (yoy).

“Angka tersebut lebih besar dari pertumbuhan ekonomi nasional, sebesar 5,62 persen (yoy),” ungkap Deputi Direktur KPwBI Papua & Papua Barat, Hasiholan Siahaan didampingi Ganjar Wicaksono, saat memaparankan hasil kajian ekonomi regional triwulan III-2013 Provinsi Papua dan Papua Barat, di Aula KPwBI Papua & Papua Barat, Rabu (13/11/2013).

Sedangkan untuk pertumbuhan ekonomi di Papua Barat, menurutnya tumbuh positif sebesar 5,12 persen (yoy) atau lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk inflasi tahunan Kota Jayapura, sampai dengan periode triwulan III-2013 tercatat sebesar 8,58 persen (yoy) atau sedikit lebih tinggi dari inflasi nasional yang tercatata sebesar 8,40 persen (yoy). Tingginya inflasi tersebut, lebih didorong oleh kenaikan tarif angkutan umum, sebagai dampak atas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Sementara, inflasi gabungan dari provinsi papua Barat pada periode yang sama tercatat sebesar 7,89 persen (yoy) atau lebih rendah dari inflasi nasional yang tercatat sebesar 8,40 persen (yoy).
Secara umum, kata Hasiholan, kinerja perbankan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat pada triwulan III cukup tinggi. Hal itu tercermin dari pertumbuhan beberapa indikator perbankan yang cukup signifikan.

Fungsi intermediasi perbankan terlihat cukup meningkat, seperti tercermin dari pertumbuhan dana pihak ketiga di sisi pasiva perbankan yang tumbuh sebesar 12,45 persen (yoy).
Semenatara, disisi aktiva, kredit perbankan tumbuh sangat siginifikan sebesar 28,54 persen (yoy) dan mendorong meningkatnya loan to deposit rate (LDR) perbankan menjadi sebesar 58,75 persen (yoy) pada triwulan III-2013 dari triwulan yang sama tahun sebelumnya yang tercatata sebesar 51,40 persen.

Pada triwulan III-2013, nilai transaksi keluar (outflow) melalui BI-RTGS dari wilayah Papua mencapai Rp9,93 triliun dengan jumlah warkat sebesar 11.764 lembar. Disisi lain, dana yang masuk ke wilayah Papua mencapai Rp14,72 triliun.

Perkembangan transaksi kliring selama periode triwulan III-2013 di wilayah kerja KPwBI Papua dan Papua Barat secara nominal mencapai Rp1,62 triliun dengan jumlah warkat sebesar 44.343 warkat.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, terdapat peningkatan nilai nominal kliring sebesar 20,94 persen (yoy).

Pada triwulan III-2013, jumlah uang kartal yang masuk (inflow) ke kas KPwBI Papua dan Papua Barat mencapai Rp3,89 triliun atau meningkat 133,95 persen, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Disisi lain, total uang keluar (outflow) mencapai sebesar Rp2,27 triliun atau meningkat sebesar 24,86 persen, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua dan Papua Barat mengalami posisi net outflow sebesar Rp230,04 miliar. Menurutnya, kajian yang meliputi analisa makro ekonomi daerah, perbankan, sistem pembayaran, ketenagakerjaan dan keuangan daerah menjadi sangat penting, terutama bagi pemerintah, dunia usaha, dunia pendidikan dan reverensi bagi masyarakat luas, di tengah upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.(aj/aj/lo2)

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111