Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,391 SGD-9,595 JPY-12,029 GBP-16,786 EUR-14,301 AUD-10,198 SAR-3,570 [03-04-2017] Detail . . .




Tekan Defisit, BI Pertahankan Kebijakan Ketat
Kamis, 30 April 2015
Sumber : http://www.infobanknews.com

Untitled Document

Jakarta–Meski Bank Indonesia (BI) sudah menurunkan suku bunga acuannya (BI Rate) pada Februari 2015 menjadi 7,5%, namun dalam kedepannya bank sentral tetap mempertahankan stance kebijakan bias ketat dalam upaya menekan defisit transaksi berjalan di level 2,5%.

Demikian pernyataan tersebut disampaikan oleh Gubernur BI, Agus DW Martowardojo, di Jakarta, Rabu, 29 April 2015. “Kendati demikian,  secara umum stance kami masih bias ketat dan hati-hati dalam ke depannya,” ujar Agus.

Agus mengungkapkan, penerapan kebijakan moneter yang ketat tersebut merupakan sikap antisipasi BI terhadap perekonomian global yang masih belum menunjukkan kepastian. Agus memprediksi, kondisi perekonomian di Indonesia akan mengikuti dinamika dunia. Karenya, kebijakan bias ketat yang dilakukan BI tersebut merupakan upaya untuk memastikan defisit neraca transaksi berjalan 2015 dapat terkendali di kisaran 2,5%-3%.

“Ekonomi Indonesia akan akan tumbuh 5,4%-5,8% di 2015 dan sebesar 5,6%-6% di 2016,” ucap Agus.

Namun demikian, lanjut dia, target-target tersebut tidak bisa serta-merta diraih dengan mudah, karena gejolak ekonomi global akan mempengaruhi kondisi di dalam negeri. “Kami akan terus menerapkan kebijakan struktural yang tegas dalam kedepannya,” tutup Agus.

 

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111