Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,391 SGD-9,595 JPY-12,029 GBP-16,786 EUR-14,301 AUD-10,198 SAR-3,570 [03-04-2017] Detail . . .




Menguat, Rupiah Masih di Atas Level 13.100
Kamis, 21 Mei 2015
Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com

Untitled Document
JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah kembali diuji kekuatannya pada perdagangan Kamis (21/5/2015). Naiknya indeks dollar AS kembali menghadang potensi kenaikan rupiah dalam jangka pendek namun dapat mengangkat rupiah dalam jangka menengah.

Pada awal perdagangan pagi ini, mata uang Garuda dibuka menguat ke posisi Rp 13.135 per dollar AS dibanding penutupan sebelumnya pada Rp 13.175.

Seperti yang diperkirakan, notulensi FOMC meeting menunjukkan the Fed yang lebih enggan untuk menaikkan suku bunga di bulan Juni. Tidak hanya itu, the Fed juga mengatakan bahwa kenaikan hanya akan terjadi secara terencana mengikuti panduan yang diberikan dari pertemuan ke pertemuan.  Namun indeks dollar AS justru menguat merespon komentar tersebut sementara imbal hasil US Treasury 10 tahun turun.

Ditunggu angka manufaktur China pagi ini yang diperkirakan membaik. Angka manufaktur AS ditunggu Kamis malam ini diperkirakan juga membaik.  

Rupiah tertekan hingga Rabu sore kemarin bersamaan dengan penguatan dollar AS di seantero pasar Asia. Investor terlihat khawatir dengan rilis notulensi FOMC meeting dini hari tadi.

Menurut Riset Samuel Sekuritas Indonesia, pernyataan the Fed yang ternyata semakin enggan menaikkan suku bunga di Juni berpeluang menjaga tren pelemahan dollar AS khususnya di negara berkembang ke depannya. Rupiah berpeluang menguat hari ini terutama jika data China baik.

 

 

 

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111