Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,391 SGD-9,595 JPY-12,029 GBP-16,786 EUR-14,301 AUD-10,198 SAR-3,570 [03-04-2017] Detail . . .




Ekonomi RI 2016 Ditargetkan Tumbuh 6%
Selasa, 23 Juni 2015
Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com

Untitled Document

MedanBisnis - Jakarta. Pemerintah menargetkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2016 akan berada di kisaran 5,5%-6%. Ini berubah dari perkiraan sebelumnya berkisar 5,8%-6,2%.

Penurunan asumsi pertumbuhan ekonomi ini akibat lesunya ekonomi terkini, yang diakibatkan situasi ekonomi global yang juga masih diliputi ketidakpastian.

"Dengan melihat perkembangan terakhir, kami mengusulkan 5,5-6 persen. Yang mana 6 persen tetap ada karena merupakan kemungkinan optimisme yang disebabkan oleh kondisi global. Kisarannya sedikit diperlebar karena tahun ini dan tahun depan itu periode penuh ketidakpastian," kata Menteri Keuangan Bambang Brojonegoro di depan anggota Komisi XI DPR RI, Senin (22/6) Bambang menambahkan, perhatian pada krisis ekonomi Yunani juga menjadi salah satu dasar penetapan pertumbuhan ekonomi dalam negeri tahun depan.

"Ekonomi berubah sangat cepat, dari sebelumnya karena pengaruh isu tingkat suku bunga di AS, sekarang bergeser pada isu Yunani sebagai isu global," paparnya.

"Kita harus perhatikan apa yang terjadi di Yunani. Kalau berantakan bisa memengaruhi kondisi ekonomi global juga. Maka dengan ketidapastian ini, kita perpanjangan kisarannya," tambahnya

 

 

 

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111