Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,442 SGD-9,503 JPY-11,708 GBP-16,345 EUR-14,268 AUD-10,175 SAR-3,585 [15-03-2017] Detail . . .




Kinerja Perbankan Tetap Tumbuh
Kamis, 30 Juli 2015
Sumber : http://www.koran-sindo.com

Untitled Document

JAKARTA - Kinerja perbankan selama enam bulan tahun ini tetap tumbuh, meski dibayangi perlambatan ekonomi. Perbankan dapat mempertahankan kinerja keuangan yang positif dengan fokus menjaga posisi likuiditas, kualitas kredit, dan permodalan.

PT Bank Central Asia (BCA) Tbk pada semester I/2015 mencatat laba bersih sebesar Rp8,5 triliun, naik 8,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp7,9 triliun. ”Peningkatan biaya overhead sebagai dampak dari ekspansi jaringan dan pelemahan nilai tukar rupiah, serta adanya peningkatan biaya tenaga kerja dapat diimbangi oleh terjaganya marjin bunga bersih sehingga secara keseluruhan kami dapat mempertahankan profitabilitas dengan baik,” ujar Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat paparan kinerja perseroan di Jakarta kemarin.

Dia menjelaskan, perseroan mencatat pendapatan operasional baik pendapatan bunga bersih maupun pendapatan operasional lainnya meningkat 14,2% menjadi Rp22,6 triliun di semester I/2015. Hal ini berhasil meningkat dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp19,8 triliun.

”Kami menyalurkan kredit sebesar Rp347,1 triliun di semester I/2015 atau mengalami pertumbuhan 8% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp321,4 triliun,” ungkapnya. Jahja mengungkapkan, raihan outstanding portofolio kredit sebesar Rp347,1 triliun di akhir Juni tahun ini.

Kinerja ini diperoleh dari dorongan penyaluran kredit di sektor seperti konsumer, dan komersial, serta UKM. Khususkreditkonsumertercatat mengalami pertumbuhan 9,2% secara year on year (YoY) atau menjadi Rp96,4 triliun di semester I/2015. ”Pencapaian ini dapat terjadi lantaran BCA menawarkan produk konsumer di level yang kompetitif,” ujarnya.

Segmen konsumer khususnya didukung dari portofolio KPR mengalami peningkatan sebanyak 7,7% menjadi Rp56,9 triliun di akhir Juni 2015. Portofolio kredit kendaraan atau KKB mengalami peningkatan sebanyak 11,6% menjadi Rp30,5 triliun. Sementara itu, posisi outstanding kartu kredit meningkat 10,5% menjadi Rp9 triliun.

Posisi penyaluran kredit komersial dan UKM mengalami kenaikan sebanyak 8,3% menjadi Rp137,5 triliun. Adapun kredit korporasi tercatat mengalami kenaikan sebanyak 6,4% menjadi Rp113,2 triliun.. PT Bank Permata Tbk mencatatkan peningkatan kinerja operasional di tengah-tengah kondisi ekonomi makro selama enam bulan tahun ini.

Direktur Keuangan Bank Permata Sandeep Jain menjelaskan, total pendapatan operasional naik 21% (yoy) menjadi Rp4,23 triliun, didorong oleh pertumbuhan yang sehat pada pendapatan bunga bersih.

Selain itu, juga berkat pertumbuhan yang baik pada pendapatan berbasis biaya (fee based income). ”Pendapatan bunga bersih tumbuh menjadi Rp3,13 triliun dari Rp2,69 triliun di tahun sebelumnya didorong perbaikan margin bunga bersih,” ujar Sandeep dalam siaran pers kemarin di Jakarta.

Dia mengatakan, dorongan juga dari pendapatan berbasis biaya (fee based income) yang naik menjadi Rp1,1 triliun dari Rp815 miliar di tahun sebelumnya. Di tengah melambatnya kegiatan ekonomi secara umum, total aset per 30 Juni 2015 mencapai Rp187 triliun, tetap naik 5% yoy dari Rp177 triliun pada tahun sebelumnya. ”Laba bersih setelah pajak menjadi sebesar Rp837 miliar, yang meningkat 5% (yoy) dari Rp801 miliar pada periode yang sama tahun 2014,” ujarnya.

Sementara itu, kredit termasuk pembiayaan syariah tumbuh 2% menjadi Rp130 triliun pada akhir Juni 2015. Pertumbuhan kredit ini
didorong oleh bisnis UKM dan segmen lokal serta middle market corporates yang ditopang oleh trade finance dan produk pinjaman.

 

 

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111