Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,442 SGD-9,503 JPY-11,708 GBP-16,345 EUR-14,268 AUD-10,175 SAR-3,585 [15-03-2017] Detail . . .




Presiden: Seluruh Rakyat Indonesia Harus Terhubung Lembaga Keuangan Resmi
Kamis, 10 September 2015
Sumber : http://www.beritasatu.com

Untitled Document

Jakarta -Presiden Joko Widodo meminta agar perbankan dan lembaga keuangan meningkatkan upaya dengan membuat terobosan untuk menjangkau seluruh rakyat Indonesia. Saat ini, sekitar 46 persen penduduk Indonesia belum memiliki akses terhadap perbankan.

"Saat ini baru 54 persen rakyat Indonesia yang punya akses. Masih terdapat sekitar 46 persen yang harus disentuh. Ke depan saya ingin semua rakyat terhubung dengan lembaga keuangan resmi," ujar Jokowi dalam pembukaan "Indonesia Banking Expo" di Jakarta, Rabu (9/9).

Melalui lembaga keuangan resmi, dia berharap seluruh rakyat Indonesia tidak hanya menjadi objek ekonomi, tetapi juga subjek yang secara aktif menggerakkan ekonomi. Di sisi lain, bank dan lembaga keuangan lain diharapkan menjadi faktor penggerak pendanaan dan investasi pembangunan.

Jokowi mengapresiasi inisiatif Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) untuk mendorong pengembangan digital banking dalam rangka mendorong inklusi keuangan. Hal ini penting mengingat dibanding negara ASEAN lainnya, perkembangan inklusi keuangan di Indonesia cukup rendah.

"Perlu langkah-langkah terobosan untuk menjangkau sampai pelosok melalui literasi, inovasi pada daerah yang belum terlayani bank, terutama pulau terpencil dan terdapan," terang dia.

Menurut dia, perbankan tidak hanya diminta untuk melayani transaksi keuangan tetapi juga mengemban misi edukasi agar masyarakat dapat melek terhadap keuangan. "Para petani, nelayan, pengusaha mikro menanti sistem keuangan yang inklusif dan berkeadilan," tambah dia.

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111