Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,391 SGD-9,595 JPY-12,029 GBP-16,786 EUR-14,301 AUD-10,198 SAR-3,570 [03-04-2017] Detail . . .




BI : Indonesia Miliki Sektor Keuangan dan Perbankan Yang Kuat
Kamis, 5 Nopember 2015
Sumber : http://www.merdekaonline.com

Untitled Document

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan saat ini Indonesia memiliki sektor keuangan dan perbankan yang kuat. Hal tersebut tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross yang berada di posisi 2,66% per Agustus 2015 atau jauh berbeda dengan tahun 1998-1999. Di mana NPL perbankan mencapai angka di atas 48%.

"Dulu NPL di atas 48%, sekarang gross 2,7%, dan rasio kecukupan modal aliascapital adequacy ratio (CAR) waktu itu minus 17%.Sekarang di atas 20%," ujar Gubernur BI Agus DW Martowardojo usai menyambut kedatangan Presiden Finlandia Sauli Niinisto di Jakarta, Rabu (4/11/2015).

Dia menuturkan, tingkat suku bunga acuan atau BI Rate juga saat ini berada di level 7,5%. Menurutnya, angka ini jauh lebih baik dibandingkan saat kondisi krisis tahun 1998-1999, di mana tingkat suku bunga acuan mencapai 77%."Saya jelaskan Indonesia belajar dari krisis. Sehingga itu yang membuat Indonesia bisa lewati krisis tahun 2008," jelasnya.

Agus mengungkapkan, kedatangan Presiden Finlandia Sauli Niinisto ke Gedung Bank Sentral bertujuan bertukar informasi mengenai perkembangan ekonomi dan keuangan terkini, serta kerja sama antar dua negara.

Agus menegaskan, BI akan terus meningkatkan kerja sama dengan Bank of Finland melalui pertukaran informasi di bidang ekonomi.

"Tukar menukar informasi antara Indonesia dan Finlandia kami lakukan. Kami juga jelaskan tentang pentingnya untuk Finlandia, kalau lihat Indonesia jangan hanya lihat Indonesia, tapi Asean karena kalau di Asia ekonomi yang terbesar adalah China, kemudian Jepang, dan Asean. Nah, di Asean yang besar kan Indonesia," jelasnya.

Maka dari itu, tegas Agus, pertemuan ini diharapkan dapat mendorong kerja sama yang lebih baik antara Bank Indonesia dengan Bank of Finland

 

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111