Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,442 SGD-9,503 JPY-11,708 GBP-16,345 EUR-14,268 AUD-10,175 SAR-3,585 [15-03-2017] Detail . . .




BI Prediksi Inflasi November Lebih Tinggi
Kamis, 12 Nopember 2015
Sumber : http://bisnis.liputan6.com

Untitled Document

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan tingkat inflasi pada November akan lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan lalu. Hal ini karena tren inflasi pada akhir tahun yang cenderung meningkat dibanding bulan-bulan sebelumnya.

"Memang biasanya kalau November ada kenaikan dari Oktober ya," ujar Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo di Kantor BI, Jakarta, Kamis (12/11/2015).

Namun kenaikan tersebut tidak akan jauh dibandingkan bulan lalu. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil survei yang dilakukan BI pada minggu pertama bulan ini. "Survei pemantauan kita untuk minggu pertama itu 0,13 persen inflasinya masih rendah," lanjut dia.

Perry menyatakan, harga bahan kebutuhan pokok yang cenderung stabil pada minggu pertama bulan ini diharapkan bisa berlanjut hingga akhir bulan. Dengan demikian, meski mengalami peningkatan namun kenaikannya tidak signifikan dibanding bulan lalu.

"Karena harga-harga makanan semuanya masih terkendali juga harga-harga yang lain, barang-barang impor pun juga rendah," tandas Perry.

Seperti diketahui, BI menargetkan inflasi empat persen plus minus satu perseon pada 2015. Pada Oktober 2015 terjadi deflasi mencapai 0,08 persen. Realisasi ini berbeda dengan posisi Oktober 2014 yang mengalami inflasi mencapai 0,47 persen. Deflasi ini terjadi berturut-turut setelah realisasi deflasi 0,05 persen pada September 2015

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111