Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,442 SGD-9,503 JPY-11,708 GBP-16,345 EUR-14,268 AUD-10,175 SAR-3,585 [15-03-2017] Detail . . .




BI klaim pelemahan Rupiah masih lebih baik dibanding negara lain
Senin, 23 Nopember 2015
Sumber : http://www.merdeka.com

Untitled Document

Merdeka.com - Bank Indonesia mencatat pelemahan Rupiah hingga akhir Oktober 2015 hanya mencapai 9,5 persen, lebih rendah dibandingkan dengan pelemahan mata uang negara lain. Selain itu, volatilitas pergerakan mata uang Rupiah juga lebih kecil dibandingkan dengan volatilitas mata uang negara lain.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan sejak awal Oktober 2015, Rupiah bergerak dalam tren menguat. Tren ini ditopang dari meningkatnya aliran masuk modal asing sejalan dengan sedikit meredanya ketidakpastian kenaikan suku bunga The Fed, serta optimisme pasar terhadap berbagai respon kebijakan yang ditempuh BI, pemerintah, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kami menilai pelemahan yang terjadi pada nilai tukar Rupiah sampai saat ini juga tidak memberikan dampak berlebihan pada kegiatan ekonomi," ujarnya di JCC, Jakarta, Selasa (24/11).

Sedangkan, pertumbuhan ekonomi yang terendah di tahun 2015 yaitu sebesar 4,67 persen pada triwulan II-2015, masih lebih tinggi dibandingkan dengan capaian negara-negara lain. Walaupun, terjadi penurunan dibandingkan pencapaian tahun lalu.

Bahkan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2015 kembali meningkat menjadi 4,73 persen, sehingga BI memperkirakan untuk keseluruhan tahun 2015 pertumbuhan ekonomi dapat berada pada kisaran 4,7-5,1 persen.

"Dalam pandangan kami, kondisi ini menjadikan Indonesia tetap sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi paling stabil dalam skala negara berkembang," jelas dia.

Agus menegaskan pengaruh pelemahan kurs terhadap inflasi juga masih terkendali terutama pasca penghapusan subsidi BBM.

Namun secara umum, Agus menambahkan, kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih dinilai stabil di tengah perlambatan ekonomi global. Hal tersebut tercermin dari ekonomi Indonesia yang masih bertumbuh walaupun melambat.

"Kondisi Indonesia tetap sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi paling stabil dalam skala negara berkembang," sebut dia.

Agus mengatakan, setiap langkah BI merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan reformasi kebijakan pemerintah yang dijalankan sejak tahun lalu. Mulai dari reformasi subsidi BBM, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, percepatan proyek infrastruktur, hingga berbagai paket kebijakan deregulasi dan debirokratisasi pada beberapa bulan terakhir.

"Kami memandang sinergi kebijakan yang ditempuh telah mampu memberikan kontribusi yang optimal pada terjaganya ketahanan ekonomi nasional," pungkas dia.

 

 

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111