Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,442 SGD-9,503 JPY-11,708 GBP-16,345 EUR-14,268 AUD-10,175 SAR-3,585 [15-03-2017] Detail . . .




Bunga Kredit dan Deposito Tinggi, Daya Saing RI Lemah
Rabu, 25 Nopember 2015
Sumber : http://ekbis.sindonews.com

Untitled Document
JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) secara blak-blakan membeberkan kelemahan yang membuat daya saing Indonesia lemah di mata dunia, di antaranya terkait tingginya bunga kredit dan bunga deposito di perbankan nasional.

Hal tersebut diungkapkannya dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (BI) 2015 di Jakarta Convention Center (JCC), Selasa (24/11/2015) malam.

Dia mengatakan, kelemahan persaingan Indonesia adalah lantaran karena tingkat suku bunga kredit yang masih lebih tinggi dibanding negara tetangga. Saat ini, tingkat suku bunga kredit di Tanah Air berkisar antara 10% hingga 12%, sementara di Malaysia hanya sekitar 5%.

"Kita kalah. Kelemahan persaingan kita itu karena sektor keuangan tingkat bunganya masih lebih tinggi dibanding negara tetangga," katanya di JCC, Jakarta,

Mantan Wapres era Presiden SBY ini menyebutkan suku bunga deposito perbankan Indonesia juga masih terlampau tinggi yaitu sekitar 8%. Tingginya suku bunga deposito ini menyebabkan investor di Tanah Air enggan membeli saham.

"‎Tadi disampaikan mengapa pembiayaan 90% masih sektor perbankan dan 10% saham. Karena tidak mungkin orang beli saham selama bunga deposito masih 8%. Coba kalau bunga deposito hanya 4-5%, pasti orang mau beli saham. Ini kontradiksi yang harus kita selesaikan. Karena tidak mungkin terjadi dua-duanya, bunga tinggi investasi tinggi. Tidak mungkin," tegasnya.

Selain itu, lanjut JK, Indonesia juga memiliki kelemahan di sektor logistik dan infrastruktur. Karena itu, pemerintah saat ini terus menggenjot pembangunan infrastruktur, seperti jalan, jembatan dan pelabuhan. Tak kalah mengerikannya, birokrasi di Tanah Air masih panjang dan menyebabkan investor enggan menanamkan modalnya di Tanah Air.

 

 

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111