Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,442 SGD-9,503 JPY-11,708 GBP-16,345 EUR-14,268 AUD-10,175 SAR-3,585 [15-03-2017] Detail . . .




OJK Bentuk Konsorsium Pembiayaan Ekonomi Kreatif
Senin, 30 Nopember 2015
Sumber : http://www.neraca.co.id

Untitled Document

Manado - Otoritas Jasa Keuangan membentuk konsorsium pembiayaan industri yang berorientasi pada ekspor dan ekonomi krestif serta usaha mikro, kecil, dan menengah. "Pembentukan konsorsium pembiayaan tersebut agar selain memberikan pembiayaan ke industri orientasi ekspor tapi juga ke ekonomi kreatif serta UMKM," kata Kepala OJK Provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara Dwi Suharyanto di Manado, Selasa (1/12).

Dia mengatakan dengan pembiayaan ke industri kreatif dan UMKM semakin besar maka akan meningkatkan aktivitas sektor riil di Provinsi Sulut dan sekitarnya. Otoritas Jasa Keuangan bersama-sama dengan Kementerian Keuangan dan Badan Ekonomi Kreatif, mendorong pembentukan konsorsium industri pembiayaan yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) bersama dengan lembaga Pembiyaan Ekspor Indonesia (LPEI) memberikan pembiayaan di sektor industri kreatif, berorientasi ekspor dan UMKM.

Selain itu, katanya, mereka yang mendapat program penjaminan dari perusahaan penjaminan yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo). Kebijakan itu, katanya, merupakan sinergi industri keuangan non-bank yang diharapkan akan mengakselerasi pembiayaan yang berorientasi ekspor, ekonomi kreatif, dan UMKM. "Potensi tambahan pembiayaan dan mekanisme ini adalah sebesar Rp5 triliun-Rp10 triliun," katanya.

Hal itu, dilakukan karena industri kreatif dan UMKM serta ekspor mampu menyumbang pendapatan nasional dan daerah cukup besar. Berdasarkan data dari rencana aksi jangka menengah ekonomi kreatif 2015-2019, ekonomi kreatif menyumbang 7,5 persen PDB nasional dan kontribusi terhadap ekspor nasional 5,7 persen.

Ia mengatakan kontribusi ekonomi kreatif dalam pertumbuhan penciptaan lapangan kerja baru dua persen atau sekitar 250 ribu lapangan kerja baru per tahun. "Dengan inisiatif ini diharapkan kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB nasional dan penciptaan lapangan kerja baru akan semakin meningkat juga di daerah," katanya.

Seperti diketahui, dalam paket kebijakan ekonomi jilid ke tiga, ada satu inisiatif yang dilakukan oleh OJK dalam rangka meningkatkan perekonomian. Pembentukan konsorsium, penggabungan ini untuk mengidentifikasi potensi yang ada di industri kreatif. Dalam, waktu dekat industri kreatif disampaikan dan tentu saja satu persatu akan didanai dengan pendekatan konsorsium dan program penjaminan, jadi saya pikir ini paket yg mirip di Kredit Usaha Rakyat (KUR), ada kredit yang menjaminnya.

 

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111