Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,391 SGD-9,595 JPY-12,029 GBP-16,786 EUR-14,301 AUD-10,198 SAR-3,570 [03-04-2017] Detail . . .




Kemenkeu, BI dan OJK Dorong Penurunan Suku Bunga Deposito
Kamis, 18 Februari 2016
Sumber : http://bisnis.liputan6.com

Untitled Document

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah, Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berusaha mendorong industri perbankan untuk menurunkan bunga tabungan atau deposito. Tujuan dari penurunan suku bunga dan pihak ketiga (DPK)  ini untuk mendorong ekonomi Indonesia bergerak dan mendorong aliran investasi kian deras masuk ke Negara. 

Menteri Keuangan (Menkeu), Bambang Brodjonegoro, usai Pelantikan Pejabat Eselon II Kementerian Keuangan, mengungkapkan, pemerintah sangat serius memangkas tingkat bunga tabungan atau deposito. Upaya ini perlu dukungan dari BI dan OJK, otoritas yang mengatur industri perbankan di Tanah Air.

"Rencananya akan ada revisi Peraturan Pemerintah (PP) yang merupakan turunan dari Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 2014. Kita harapkan pemerintah sebagai nasabah besar di bank bisa membantu penurunan tingkat suku bunga nasional, lalu diikuti sektor swasta. OJK juga akan mendukungnya dengan aturan," kata Bambang di kantornya, Jakarta, Kamis (18/2/2016).

Lebih jauh dijelaskan Bambang, Kemenkeu akan menginisiasi batas atas tingkat bunga tabungan atau deposito ‎pemerintah di perbankan. Bambang menjanjikan tingkat bunga ini bakal jauh di bawah bunga yang dipatok perbankan selama ini. "‎Pokoknya jauh di bawah tingkat bunga yang berlaku saat ini," ucapnya.

Menurut Bambang, penyesuaian tingkat bunga tabungan dan deposito nasabah besar di perbankan bertujuan untuk menggerakkan ekonomi dan meningkatkan investasi mengingat selama ini kegiatan penanaman modal ‎kerap terganjal permasalahan tingginya tingkat bunga di perbankan.

"Pokoknya harapan kita dengan tingkat bunga lebih rendah, ekonomi bergerak, konsumsi dan investasi naik. Itu yang paling penting bukan tingkat laba bank atau tingkat bunganya berapa, tapi ekonominya tumbuh atau tidak," papar Bambang.

Untuk diketahui, selama ini industri perbankan menawarkan bunga deposito yang tinggi kepada deposan. Tawaran bunga deposito yang tinggi tersebut berdampak kepada bunga kredit yang juga ikut tinggi. Bunga kredit yang tinggi membuat sektor riil enggan berekspansi dengan dengan meminjam dana ke bank karena kewajiban pembayaran bunga kredit yang besar. (Fik/Gdn)

 

http://bisnis.liputan6.com

 

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111