Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,391 SGD-9,595 JPY-12,029 GBP-16,786 EUR-14,301 AUD-10,198 SAR-3,570 [03-04-2017] Detail . . .




Suku Bunga Didorong Terus Turun Secara Bertahap
Rabu, 24 Februari 2016
Sumber : http://economy.okezone.com

Untitled Document

JAKARTA - Kondisi ekonomi Indonesia yang melemah dengan rendahnya angka inflasi dan merosotnya daya beli masyarakat mengharuskan pemerintah segera mengambil langkah strategis.

Ketua DPP PKS Bidang Ekuintek LH, Memed Sosiawan mendesak pemerintah untuk melakukan pelonggaran dalam kebijakan moneter dalam bentuk penurunan suku bunga perbankan.

"Baik policy rate (BI rate), deposit rate, maupun lending rate," ujar Memed dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (24/2/2016).

Meski Bank Indonesia telah memutuskan menurunkan BI Rate menjadi 7 persen dengan suku bunga Deposit Facility menjadi sebesar 5 persen dan Lending Facility menjadi sebesar 7,5 persen, Memed menyebut penurunan ini belum dapat menyebabkan lending rate menjadi satu digit.

"Dengan kondisi spread suku bunga pada kisaran 5- 6 persen, maka lending rate akan tetap berada dalam kondisi dua digit, berkisar antara 12,25 persen-13,25 persen," ujar dia.

Memed menyarankan agar ada strategi penurunan suku bunga secara bertahap agar dalam tahun 2016 ini masyarakat dan dunia usaha dapat menikmati lending rate sebesar satu digit. Dampaknya jika landing rate berada pada kisaran satu digit, sektor riil yang lesu akan kembali bergairah.

"Serta meningkatkan investasi baik asing maupun domestik, yang pada gilirannya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menyerap tenaga kerja," terang Memed.

Memed menambahkan, selain penurunan suku bunga acuan (BI Rate), penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) yang telah dilakukan dari 7,5 persen menjadi 6,5 persen juga akan membantu meningkatkan likuiditas perbankan.

"Belajar dari penurunan GWM pada tahun 2008, ketika GWM diturunkan efektif dari sebesar 9,01 persen menjadi 7,5 persen maka kebijakan tersebut berpotensi menambah likuiditas perbankan dalam rupiah sekitar Rp 50,0 triliun," ujar dia.

 

http://economy.okezone.com

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111