Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,442 SGD-9,503 JPY-11,708 GBP-16,345 EUR-14,268 AUD-10,175 SAR-3,585 [15-03-2017] Detail . . .




Bank Dunia: BI Rate Masih Bisa Turun
Senin, 11 April 2016
Sumber : http://finance.detik.com

Untitled Document
Jakarta -Bank Dunia menilai kondisi ekonomi Indonesia menunjukkan perbaikan berarti. Kondisi inflasi yang rendah serta perekonomian yang mulai membaik, menjadi modal bagus bagi Indonesia.

Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia, Ndiame Diop, kondisi ekonomi Indonesia yang bergerak lebih baik memungkinkan bank sentral Indonesia (BI) untuk kembali menurunkan suku bunga acuannya (BI Rate).

"Indonesia adalah negara yang ekonominya beda. Ruang (pelonggaran moneter) itu kecil di negara lain. Sementara di Indonesia dengan inflasi rendah, ruang pelonggaran moneter itu masih memungkinkan," kata dia ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (11/4/2016).

Meski demikian, BI diminta tidak melupakan kondisi ekonomi dunia, karena sedikit banyak akan turut mempengaruhi kondisi perekonomian Indonesia. Sehingga menurutnya, pemangkasan BI Rate harusnya dilakukan secara berkala.

"Pelonggaran akan sangat berkala. Ruang untuk memangkas rate masih terbuka dengan tergantung pada faktor internasional," kata dia.

Asal tahu saja, dalam kurun waktu Januari-Maret 2016, BI telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 150 basis poin dari 7,50% menjadi 6,75%. Penurunan ini dianggap cukup signifikan karena sejak Februari 2015, BI telah mempertahankan BI Rate tetap berada di level 7,50%.

Penurunan suku bunga ini digarapkan membuat perbankan Indonesia lebih kompetitif, karena bisa menyalurkan kredit dengan bunga yang lebih rendah.

Dampak lanjutannya, kalangan usaha dapat memanfaatkan kondisi tersebut dengan mengajukan pinjaman usah ke perbankan yang pada akhirnya dapat mendorong percepatan roda ekonomi nasional.
(dna/wdl)

 

http://finance.detik.com

 

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111