Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,442 SGD-9,503 JPY-11,708 GBP-16,345 EUR-14,268 AUD-10,175 SAR-3,585 [15-03-2017] Detail . . .




Perbankan Harus Lakukan Terobosan Pelayanan
Selasa, 26 April 2016
Sumber : http://www.harnas.co

Untitled Document

JAKARTA (HN) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Selasa (26/4) membahas langkah-langkah untuk mendorong terwujudnya keuangan inklusif yang dimulai dari hal yang sangat mendasar yaitu literasi keuangan masyarakat.

"Saat di Belanda (saya) bertemu dengan Ratu Maxima, beliau adalah special adviser untuk PBB di bidang keuangan inklusif," kata Jokowi saat memberikan pengantar dalam Ratas itu sebagaimana dilansir laman setkab.go.id.

Presiden mengatakan, lembaga-lembaga dunia baik PBB, Bank Dunia, IMF, maupun Gates Foundation memberikan penghargaan dan apresiasi terhadap strategi nasional keuangan inklusif yang dimiliki oleh Indonesia. Strategi ini mencakup pendidikan keuangan untuk masyarakat, instrumen hukum, dan perlindungan konsumen.

"Mereka ingin memberikan dukungan penuh terhadap program ini sehingga nantinya bulan Agustus, bersama-sama tadi yang saya sampaikan, akan berkunjung ke Indonesia untuk membahas langkah-langkah action dan langkah- langkah implementation dari program yang telah kita persiapan," ujarnya.

Hasil survei nasional literasi keuangan di 2013 menunjukkan bahwa jumlah lembaga keuangan yang tercatat 2.977. Jumlah ini, menurut Presiden, belum bisa menjangkau keseluruhan masyarakat Indonesia.

Menurut Jokowi, tercatat hanya 21,84 persen penduduk Indonesia yang literasi keuangannya atau tingkat keuangan, keterampilan, keyakinan pada lembaga keuangan serta produk jasa yang berkategori baik.

"Data itu menunjukkan masih rendahnya tingkat kepemilikan rekening di bank serta kepemilikan tabungan di lembaga keuangan formal. Dan tingkat inklusif keuangan Indonesia masih jauh tertinggal dari negara-negara tetangga kita," katanya.

Presiden menyebutkan, tingkat inklusif di negara Singapura mencapai 96 persen, Malaysia 81 persen, sementara Thailand 78 persen. Dengan masih rendahnya tingkat literasi keuangan ini, menyebabkan rendahnya tingkat inklusif keuangan.

Jokowi mengatakan literasi keuangan di masyarakat harus diimbangi dengan beberapa langkah-langkah terobosan, misalnya perluasan jangkauan pelayanan perbankan dan lembaga keuangan formal dengan memperhatikan karakteristik geografi Indonesia sebagai negara kepulauan.

Presiden meminta Menko Perekonomian segera menindaklanjuti dalam menyelenggarakan terobosan pelayanan seperti Teras Kapal BRI yang tahun lalu telah diluncurkan, peningkatan kapasitas masyarakat terutama yang tadinya dikategorikan tidak layak menjadi layak, dari yang unbankable menjadi bankable dalam memberikan pelayanan keuangan.

Kemudian kebijakan atau peraturan yang mendukung keuangan inklusif, seperti peningkatan akses pelayanan keuangan terutama bagi usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah. Serta, perlindungan konsumen yang menyangkut jaminan rasa aman dalam berinteraksi dengan institusi keuangan dan dalam memanfaatkan produk-produk layanan jasa keuangan.

 

http://www.harnas.co

 

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111