Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,391 SGD-9,595 JPY-12,029 GBP-16,786 EUR-14,301 AUD-10,198 SAR-3,570 [03-04-2017] Detail . . .




OJK Beberkan Pentingnya Pendalaman Pasar Keuangan RI
Rabu, 27 April 2016
Sumber : http://ekbis.sindonews.com

Untitled Document
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bahwa pendalaman pasar keuangan merupakan hal penting, sebagai upaya untuk menjaga stabilitas kondisi ekonomi di Indonesia. Pendalaman pasar keuangan juga berguna mendorong pertumbuhan ekonomi Tanah Air agar lebih baik.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad menuturkan, jika pasar keuangan Indonesia semakin dalam maka kebutuhan likuiditas akan dapat ditopang pasar. Sehingga, pengaturan likuiditas (managing liquidity) tidak akan jadi persoalan.


"‎Dengan semakin dalamnya pasar keuangan kita, kebutuhan likudiitas di settle oleh pasar maka managing likuiditi tidak lagi jadi persoalan. Pendalaman pasar juga untuk mendorog pertumbuhan ekonomi," katanya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (28/4/2016).

Selain itu, dalamnya pasar keuangan di Tanah Air juga akan membantu menyokong pembiayaan pembangunan yang memerlukan dana jangka panjang. Apalagi, untuk proyek-proyek jangka panjang seperti infrastruktur, pemerintah tidak bisa hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

"Siapkan peran swasta dan investor, baik domestik dan internasional untuk bersama membangun proyek infrastruktur yang perlu dana jangka panjang. Kita perlu biasakan diri hari ini," imbuh dia.

Muliaman menambahkan, peran industri perbankan di negara berkembang seperti Indonesia memang sangat dominan. Namun, sayangnya saat ini ruang yang tersisa untuk industri perbankan sudah tidak terlalu besar.

Perbankan juga tengah dihadapkan dengan situasi yang menuntut mereka untuk mengelola dana jangka pendek untuk pembiayaan jangka panjang, serta rasio ketersediaan dana (loan to deposit ratio/LDR) yang relatif tinggi.

"Maka, kita harus biasakan diri sooner and later akan tiba, di mana peran pembiayaan berdasar pasar akan sangat besar. Tidak alasan lagi kewajiban kita mendorong pendalaman pasar dan pembangunan melibatkan swasta lebih besar meningkatkan basis investor di dalam negeri," tandas Muliaman.

 

http://ekbis.sindonews.com

 

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111