Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,391 SGD-9,595 JPY-12,029 GBP-16,786 EUR-14,301 AUD-10,198 SAR-3,570 [03-04-2017] Detail . . .




Perbankan akan Lipat Gandakan Kredit Sektor Maritim
Jum'at, 13 Mei 2016
Sumber : http://skalanews.com

Untitled Document
Skalanews -Industri perbankan mulai melipatgandakan penyaluran kredit ke sektor maritim termasuk di dalamnya pelaku usaha kecil di bidang kelautan dan perikanan seiring risiko kredit bermasalah di sektor tersebut yang mulai melunak.

Kepala Linkage Mikro PT Bank CIMB Niaga Tbk, Arief Danardono di Demak, Kamis, mengatakan pihaknya sudah menyalurkan kredit sektor kemaritiman sebesar Rp2,2 triliun hingga akhir Maret 2016 atau naik 83 persen dibanding posisi akhir Desember 2015 yang sebesar Rp1,2 triliun.

Penerima kredit tersebut paling banyak adalah pelaku usaha di budidaya perikanan sebesar Rp573 miliar, kemudian sektor angkutan kemaritiman sebesar Rp465 miliar dan sisanya adalah untuk pergudangan di industri perikanan serta kegiatan lain.

"Dengan Rp2,2 triliun di Maret 2016 ini, target kita sudah tercapai sebenarnya," kata Arief dalam konferensi pers program "Jaring" dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Pelabuhan Morodemak, Demak, Kamis (12/5).

CIMB menargetkan untuk penyaluran kredit maritim dapat tumbuh 15 persen pada 2016. Tren penyaluran kredit ke sektor maritim, menurut Arief, terus meningkat sejak beberapa tahun terakhir.

Sejalan dengan itu, industri perbankan juga sudah mahir memitigasi pembayaran kredit macet.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan, rasio kredit bermasalah (non-performing Loan/NPL) sektor kelautan dan perikanan hingga Maret 2016 sebesar 1,8 persen. Level itu dinilai cukup terkendali, terlebih jika melihat tren beberapa waktu lalu, ketika NPL berada di kisaran 5,96 seperti pada 2011-2012.

Stigma kredit bermasalah itu pula yang membuat semakin seretnya pembiyaan untuk sektor perikanan dan kelautan pada beberapa tahun lalu.

Namun untuk sektor kemaritiman, OJK mencatat NPL memang masih relatif tinggi sebesar 5,37 persen. Meskipun demikian, level NPL tersebut menunjukan penurunan dari tren sebelumnya di kisaran 6-7 persen.

PT. Bank Nasional Indonesia Persero Tbk (BNI) juga mencatat pertumbuhan realisasi kredit kemaritiman menjadi Rp10,6 triliun pada April 2016, dibanding akhir 2015 yang sebesar Rp10,3 triliun.

Di dalam Rp10,6 triliun tersebut, sebesar Rp1,4 triliun tersalurkan ke sektor kelautan dan perikanan, yang mencakup budidaya, penangkapan, pengolahan dan perdagangan perikanan.

"Kita lihat ke depan, akan terus meningkat. Salah satu masalahnya mungkin ada di sosialisasi ke sektor perikanan, kelautan dan di maritim," ujar Wakil Direktur Utama BNI Suprajarto.

Senada dengan BNI, PT. Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk (BRI) juga meyakini prospek positif pertumbuhan kredit maritim pada tahun ini. BRI menargetkan pertumbuhan kredit kemaritiman sebesar 20 persen dari Rp5,5 triliun pada 2015.

"Sedangkan realisasi di Maret 2016 itu Rp1,3 triliun, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) kita masih di 2 persen," kata Kepala Divisi Bisnis Program dan Kemitraan BRI Tri Wintarto.

Ketiga perbankan tersebut turut menyalurkan pembiayaan kemaritiman melalui program "Jaring" dari OJK. Jaring" merupakan program pembiayaan dengan konsep jangkau, sinergi dan "guideline" (acuan).

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad menargetkan target pembiayaan yang tersalurkan melalui "Jaring" pada tahun ini mencapai Rp9,2 triliun atau tumbuh 24,2 persen dibanding realisasi kredit 2015 yang sebesar Rp6,69 triliun.

 

http://skalanews.com

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111