Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,391 SGD-9,595 JPY-12,029 GBP-16,786 EUR-14,301 AUD-10,198 SAR-3,570 [03-04-2017] Detail . . .




5 Sektor Penyumbang Pertumbuhan Kredit Perbankan
Jum'at, 3 Juni 2016
Sumber : http://infobanknews.com

Untitled Document

Jakarta – Triwulan pertama 2016 kredit perbankan tumbuh tipis sebesar 8,71%. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) penyaluran kredit perbankan hingga Maret 2016 tercatat sebesar Rp4.000,45 triliun.

Minimnya pertumbuhan kredit perbankan pada triwulan pertama 2016 ini sedikit banyak disebabkan oleh belum pulihnya kondisi ekonomi, baik nasional maupun global yang tercermin dari melambatnya pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan data OJK ada sejumlah sektor yang pertumbuhan kreditnya menurun.  Sektor pertambangan misalnya. Hingga Maret 2016, penyaluran kredit ke sektor ini menurun sebesar 5,10%. Kredit pertambangan menurun dari Rp127,26 triliun pada Maret 2015 menjadi Rp120,77 triliun pada Maret 2016. Selain sektor pertambangan, adalah sektor jasa kemasyarakatan (-9,31%), dan sektor badan internasional (-3,36%) yang kreditnya menurun.

Masih menurut data OJK, setidaknya ada lima sektor yang mendorong pertumbuhan kredit pada triwulan pertama 2016 ini. Kelima sektor tersebut adalah, sektor pertanian , sektor perikanan, sektor penyediaan akomodasi makan minum, sektor energy dan sektor konstruksi.

Sektor pertanian tumbuh 19,30% menjadi Rp252,96 triliun. Sektor perikanan tumbuh 17,14% menjadi Rp9,13 triliun. Sementara sektor penyediaan akomodasi makan minum, sektor energy dan sektor konstruksi masing-masing tumbuh 16,86%; 15,67%; dan 14,08%.

Kendati dihadapkan dengan perlambatan ekonomi dan meningkatnya risiko kredit, perbankan masih mampu menjaga rasio Non Performing Loan (NPL)-nya. Hingga Maret 2016, rasio NPL tercatat terkendali di level 2,83%. Rasio tersebut sedikit meningkat jika dibandingkan dengan periode Maret 2015 yang sebesar 2,40%.

 

http://infobanknews.com

 

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111