Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,442 SGD-9,503 JPY-11,708 GBP-16,345 EUR-14,268 AUD-10,175 SAR-3,585 [15-03-2017] Detail . . .




Ini Alasan Pemerintah Turunkan Target Pertumbuhan Ekonomi
Rabu, 8 Juni 2016
Sumber : https://m.tempo.co/read/news

Untitled Document

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan penerimaan negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016 tidak sebagus tahun-tahun sebelumnya. Di sisi lain, menurut Darmin, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan investasi.

Karena itu, ucap dia, pemerintah merevisi target pertumbuhan ekonomi. "Ekspor dan APBN tidak bisa mendukung, sehingga pertumbuhan ekonomi akan berada sedikit di bawah perkiraan," ujar Darmin di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Juni 2016.

Selasa, 7 Juni 2016, Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat dan pemerintah akhirnya menyepakati asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1 persen. Dalam usulan sebelumnya, pemerintah mematok target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen atau sama dengan asumsi pada APBN 2016.

Agar penerimaan negara membaik, Darmin ingin adanya reformasi di bidang perpajakan. Namun Darmin enggan menjelaskan lebih detail apa usulnya terkait dengan hal itu. "Tadi sudah dibicarakan. Tapi memang kawan-kawan di (Kementerian) Keuangan lagi repot mengurus tax amnesty."

Tahun lalu, ujar Darmin, penerimaan negara cukup baik. Namun, dengan adanya perlambatan ekonomi, penerimaan pada tahun ini diprediksi tidak sebagus tahun-tahun sebelumnya. "Tapi, kalau masih di atas 5 persen, okelah. Perekonomian global memang turun. Kita berusaha untuk tidak terseret perlambatan ekonomi dunia."

Darmin optimistis dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1 persen itu. "Kalau 5,1 persen masih optimislah, karena kuartal pertama kan pertumbuhan di angka 4,9 persen," tuturnya. Apabila pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua melebihi 5 persen, Darmin meyakini rata-rata tahunan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai target.

https://m.tempo.co/read/news

 

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111