Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,391 SGD-9,595 JPY-12,029 GBP-16,786 EUR-14,301 AUD-10,198 SAR-3,570 [03-04-2017] Detail . . .




Perbankan Didesak Lebih Agresif Perkuat Layanan Fintech
Jum'at, 24 Juni 2016
Sumber : http://ekbis.sindonews.com

Untitled Document
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perbankan harus lebih agresif dalam layanan keuangan berbasis teknologi atau financial technology (fintech). Hal ini sangat penting agar perbankan tidak ketinggalan dengan pelaku fintech dari industri nonbank. Pasalnya peminat sektor ini semakin tinggi, baik dari dalam dan terutama luar negeri.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad menilai perkembangan fintech semakin pesat dengan banyaknya start up company yang muncul. Mulai dari perusahaan yang melakukan crowdfunding, hingga yang memberikan layanan peer to peer lending. 

"Ini perkembangan yang cepat sekali. Perbankan keluarkan investasi, mencetak tenaga SDM, banyak teknologi, yang tujuannya untuk meningkatkan kualitas layanan bagi nasabah melalui fintech. Intinya bank kalau lambat bisa ketinggalan. Bank harus serius menciptakan produk baru fintech," ujarnya dalam acara Warta Ekonomi Digital Innovation Award for Banking 2016 di Jakarta, Kamis (24/6/2016). 

Dia mengingatkan minat investor sektor fintech sendiri tidak hanya datang dari domestik, namun juga dari luar negeri. Pihaknya menerangkan telah kedatangan banyak pemain fintech asing yang mencoba mendiskusikan peraturan yang ada. 

Oleh karena itu, lanjut dia memang dibutuhkan aturan yang pas untuk industri fintech. OJK sendiri bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika dan bersama industri tengah mendiskusikan regulasi yang tepat.

"Cuma untuk tahu yang cocok aturannya, kita perlu satu sampai dua tahun. Artinya, kita masih melihat dan ada konsultasi dengan industri secara reguler. Bulan Agustus, kita akan buat festival fintech untuk pemain baru mulai maupun yang sudah lama dan kita perkenalkan secara luas. Saya mohon dukungan. Jadi kita buat semacam festival untuk pameran dan juga saling diskusi," tutupnya.

 

http://ekbis.sindonews.com

 

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111