Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,442 SGD-9,503 JPY-11,708 GBP-16,345 EUR-14,268 AUD-10,175 SAR-3,585 [15-03-2017] Detail . . .




Dukung Amnesti Pajak, Perbankan Diimbau Datangi Nasabah
Jum'at, 29 Juli 2016
Sumber : http://www.republika.co.id

Untitled Document
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- ‎Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghimbau agar perbankan bisa jemput bola kepada nasabah untuk mensosialisasikan program pengampunan pajak atau amnesti pajak. Jemput bola diharap membuat nasabah perbankan bisa lebih cepat tahu dan mengerti manfaat amnesti pajak.

Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengatakan, industri keuangan nasional harus mendukung amnesti pajak dan memiliki kompetensi terkait amnesti pajak sehingga bisa memberikan pengertian terhadap nasabah yang akan mengikuti program ini.

"Jadi pas ditanya klien atau nasabah bisa memberikan jawaban yang benar," ujar Muliaman di kantornya, Jumat (29/7).

Muliaman menjelaskan pro aktifnya perbankan karena program amnesti pajak terbilang tidak lama atau hanya sembilan bulan yang dibagi menjadi tiga periode. Artinya setiap periode hanya memiliki waktu tiga bulan saja yang semunya berakhirny pada Maret 2017.

Dengan waktu yang sempit sosialisasi perbankan yang langsung kepada nasabah diharap bisa mempercepat pemasukan negara atas dana dari repatriasi maupun deklarasi.

Selain melakukan sosialisasi, Muliaman meminta agar perbankan dan lembaga keuangan lainnya bisa memiliki instrumen yang bisa menampung dana amnesti pajak. Sebab jangan sampai ketika dana itu ada, lembaga keuangan justru kesulitan memanfaatkan dan menyerap uang tersebut.

"Saya tidak ingin permasalahannya ada industri keuangan. Jangan sampai bank-bank nanti dipersalahkan. Makanya tolong pro aktif dan menjelaskan saluran tepat untuk amnesti pajak," paparnya.

Di sisi lain, Muliaman mengapresiasi sejumlah perbankan yang sudah melakukan pertemuan dengan para klien dan nasabah terkait amnesti pajak. Bahkan dari informasi yang didapat, banyak nasabah yang mengapresiasi sosialisasi tersebut sehingga nasabah bisa lebih paham mengenai amnesti pajak.

 

http://www.republika.co.id

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111