Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,442 SGD-9,503 JPY-11,708 GBP-16,345 EUR-14,268 AUD-10,175 SAR-3,585 [15-03-2017] Detail . . .




Pertumbuhan Ekonomi Rendah, ini Penyebabnya
Senin, 1 Agustus 2016
Sumber : http://news.merahputih.com

Untitled Document

MerahPutih Keuangan - Ekonom Faisal Basri mengatakan saat ini Indonesia masih memiliki pertumbuhan ekonomi yang sangat rendah. Salah satu penyebab hal tersebut karena kecilnya peran perbankan dalam memyalurkan kredit.

"Kredit perbankan itu cuma 36 persen dari GTP, di Thailand itu 120 persen. Di kita cuma 36 persen, taruhlah 40 persen," ucap Faisal Basri dalam sebuah diskusi di Kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (1/8).

Menurut Faisal, solusi yang paling baik untuk meningkatkan kredit adalah konsolidasi perbankan. Ia pun memberi contoh bank-bank yang ada di negara tetangga. Setelah dilakukan konsolidasi perbankan, bank yang ada disana menjadi besar bahkan se-ASEAN.

"Harus ada konsolidasi perbankan seperti Singapura, disana banknya tiga bank terbesar di Asean, nomer empat sampai enam ada di Malaysia, tujuh sampai 10 ada di Thailand baru Indonesia," katanya.

"Kenapa seperti itu? karena terjadi konsolidasi perbankan dari 13 bank sekarang jadi tiga, di Malaysia dari 38 menjadi 13," lanjut Faisal Basri.

Sebenarnya pemerintah juga berencana menerapkan sistem konsolidasi perbankan, hanya saja langkah tersebut menurut Faisal Basri salah. Hal tersebut lantaran yang dilakukan konsolidasi perbankan hanya bank yang memiliki share dibawah 5 persen.

"Inisiatif konsolidasi perbankannya lucu, bank syariah yang di konsolidasi, padahal bank Syariah sharenya enggak sampai 5 persen. Yang harus digabung itu BNI dan Mandiri. Kasih contoh dulu pemerintah baru swasta ikut," pungkas Faisal Basri.(Yni)

 

http://news.merahputih.com

 

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111