Nominal (Rp.) Rate (%)  
Simpeda < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Harian ) > 100.000 - 100 Jt 1.00 % Selengkapnya ...
Simanja < 100.000,- 0 % p.a  
(Bunga Terendah) > 100.000 - 100 Jt 1.50 %  
  Nominal (Rp.) Jenis Giro (%)  
Giro Pemda < 100 Juta 0 %  
  > 100 Juta - 1 Milyar 0.75 % Selengkapnya ...
Giro Umum < 50 Juta 0 %  
  > 50 Juta - 500 Juta 0.50 % Selengkapnya ...
         
  Rate
  1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln 24 Bln
1 Juta - 100 Juta 5,00% 5,25% 5,75% 6,00% 6,25%
> 100 - 250 Juta 5,05% 5,30% 5,80% 6,05% 6,30%
> 250 - 500 Juta 5,10% 5,35% 5,85% 6,10% 6,35%
> 500 - 1 Milyar 5,15% 5,40% 5,90% 6,15% 6,40%
> 1 Milyar 5,25% 5,50% 6,00% 6,25% 6,50%
No. Jenis Kredit Suku Bunga  
1 Modal Kerja konstruksi 13,00 % p.a  
2. Modal Kerja Perdagangan ( Sistem Angguran ) 13,00 % p.a  
3 Modal Kerja Perdagangan (Revolving/RC) 13,00 % p.a  
      Selengkapnya ...
Home
 
Email Forum Diskusi Kontak Buku Tamu
  SBDK Detail Birate: 6.50% [21-07-16] Kurs: USD-13,442 SGD-9,503 JPY-11,708 GBP-16,345 EUR-14,268 AUD-10,175 SAR-3,585 [15-03-2017] Detail . . .




BI: 64% Masyarakat Indonesia Belum Terjamah Perbankan
Rabu, 3 Agustus 2016
Sumber : http://ekbis.sindonews.com

Untitled Document
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan sebanyak 64% masyarakat Indonesia dari seluruh lapisan belum terjamah akses keuangan. Hal ini terbukti dengan masih banyaknya masyarakat, terutama yang tinggal di pedesaan dan pedalaman belum mengenal dunia perbankan.

Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengatakan, masih banyak masyarakat di daerah yang menyimpan uangnya di bawah bantal. Untuk itu, pihaknya akan fokus pada penyediaan akses keuangan bagi masyarakat di Tanah Air.

"Jadi supaya ada kejelasan kita menyediakan akses keuangan bagi masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia secara luas. Karena sekarang baru 36% yang punya akses keuangan. Kan itu sedikit sekali," ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (3/8/2016)

Dia mengatakan, hingga 2023 atau 7 tahun lagi pemerintah menargetkan 90% masyarakat Indonesia harus punya akses ke dunia keuangan. Agar pemerataan akses keuangan bisa maksimal hingga ke daerah terpencil. 

"Fasilitas-fasilitas keuangan dan infrastrukturnya akan disiapkan oleh pemerintah dalam hal ini BI sebagai fasilitatornya bersama dengan bank-bank di Indonesia," terangnya. 

"Akses jasa keuangan ini bukan berarti misalnya program bantuan sosial secara tunai tapi harus bantuan sosial dengan cara disiapkan fasilitas tabungan atau fasilitas akses keuangan, dan itu bisa membuat masyarakat nanti bisa lebih sejahtera," tandas Agus.

 

http://ekbis.sindonews.com

 

 
 
 
Copyright © Bank Papua 2010  
   
Jl. Ahmad Yani no. 5-7 Jayapura - Papua - Indonesia  
Kode pos : 99111